Jamu mungkin belum banyak dikenal luas oleh generasi milenial saat ini. Rasa pahit dan tidak enak di lidah anak muda, menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk memperkenalkannya.
Lasmi yang yang sudah berjualan jamu sejak 1986 mengaku, inovasi diperlukan untuk memperkenalkan jamu di kalangan anak muda. Mantan Juara Jamu Gendong Teladan itu menjelaskan dirinya punya trik tersendiri untuk menyasar segmen ini.
"Dahulu jamu identik pahit, tetapi sekarang ini alhamdulillah kami punya inovasi lainnya dalam rasa. Seperti Jamu Wornas yang berisi Wortel dan buah Nanas, kemudian Jamu Namaku yakni Nanas, Mangga, dan Kunyit. Kemudian ada lagi Jamu Selemanis yang berisi Sereh, Lemon, dan Kayu Manis."
"Jadi jamu lebih segar sehingga anak muda bisa mencicipinya. Ini dilakukan untuk mengubah mindset anak muda saat ini jika yang dahulu jamu terasa pahit kini menjadi kaya rasa," tutur Lasmi.
Tidak hanya itu, Lasmi bertekad untuk membuat tempat nongkrong anak muda namun minumannya berisi jamu. Dengan adanya Cafe Jamu ini, Lasmi optimis anak muda tidak lagi hanya sekadar meminum, namun juga mendapat manfaat dari minum jamu tersebut.
Lasmi pun tidak segan-segan untuk 'menurunkan' ilmunya kepada siapapun. Dalam berbagai kesempatan, Lasmi mempraktikan proses pembuatan jamu agar memiliki kualitas yang sama dengan miliknya.
"Tidak ada yang tutupi, saya pun terlibat dalam sebuah buku yang berisi cara pembuatan jamu. Di dalam buku tersebut semua adalah resep yang saya buat dan itu berasal dari resep turun temurun keluarga," tuturnya.
Apa yang dilakukan Lasmi bukan tanpa alasan. Dia bertekad untuk menjaga Jamu agar tidak punah dan mengurangi pengangguran yang ada. Salah satu upayanya melestarikannya dengan membentuk salah satunya Paguyuban Jamu Gendong Asyifah.
"Jadi saat mendapat orderan banyak, akan saya bagi ke anggota Asyifah itu. Dari situ kita ingin untuk membuat cafe-cafe jamu untuk melestarikan jamu agar anak muda mengetahuinya dan jamu tidak punah."
Untuk mengembangkan usaha, lanjut Lasmi, dirinya bermitra dengan Bank BRI. Peminjaman dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI bisa menjalankan roda usaha dirinya.
"Dengan ini (KUR) bisa membantu usaha saya tetap jalan," katanya.
Sementara itu, Direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso menjelaskan, alokasi penyaluran KUR 2024 lebih besar dibandingkan tahun 2023. Jika sebelumnya hanya Rp163,3 triliun, di tahun ini mencapai Rp165 triliun.
Penyaluran KUR nantinya, lanjut Sunarso, dibagi ke beberapa segmentasi seperti KUR super mikro dengan besaran Rp2 triliun, KUR mikro sebesar Rp148 triliun, serta KUR kecil yakni Rp15 triliun.
(Kemas Irawan Nurrachman)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.