CEGUKAN adalah kondisi yang kerap dialami masyarakat. Meskipun bukan suatu kondisi yang berbahaya, namun tahukah Anda mengapa cegukan bisa terjadi?
Menurut Dokter sekaligus Healthy Educator, dr Akhmad Haidar cegukan atau hiccup dapat terjadi ketika otot diafragma atau otot yang membatasi perut dan dada mengalami kontraksi yang tidak bisa dikontrol. Kondisi ini dibarengi dengan penutupan pita suara. Makanya pada saat seseorang mengalami cegukan terdengar bunyi yang khas.
“Penyebab cegukan nih diantaranya makan banyak dan terburu-buru, kemudian dalam keadaan emosi dan stres yang tinggi, lalu minum minuman bersoda, konsumsi alkohol, merokok, dan perubahan suhu lambung yang mendadak,” kata dr Akhmad, dikutip dalam akun TikToknya @akhmadhaidar09, Senin (22/1/2024).
Lebih lanjut, untuk penanganannya sendiri cegukan bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya seperti bernapas ke dalam kantong kertas, menahan nafas selama 10 detik lalu buang nafas dengan dilakukan 3-4 kali, mengeluarkan nafas sambil menutup mulut dan mencubit hidung atau istilahnya disebut sebagai falsafa manuver.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah minum segelas air dalam cepat, dan konsumsi makanan atau sesuatu yang asam seperti lemon, cuka, dan sebagainya. Untuk itu, dr Akhmad mengingatkan kepada masyarakat jika tidak ingin mengalami cegukan maka ada beberapa hal yang harus dihindari seperti makan banyak dan terburu-buru, konsumsi makanan bergas, dan minuman bersoda.
Kondisi cegukan memang bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, jika seseorang mengalami cegukan selama dua hari tanpa berhenti, dr Akhmad menyarankan agar orang tersebut segera konsultasi kepada dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
“Apabila cegukan tidak berhenti dalam waktu dua hari bisa langsung konsultasikan ke dokter,” ucapnya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.