Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Air Liur Anjing Mengandung Bakteri? Ini Faktanya

Wulan Savitri , Jurnalis-Rabu, 10 Januari 2024 |16:00 WIB
Apakah Air Liur Anjing Mengandung Bakteri? Ini Faktanya
Bahaya air liur anjing. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

APAKAH air liur anjing mengandung bakteri? Hal ini menarik untuk dibahas lebih lanjut bila Anda pecinta hewan satu ini. Umumnya berbagai jenis bakteri atau kuman kerap berada di dalam mulut hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.

Dilansir dari berbagai sumber, sebuah studi telah menemukan 16,4 persen mikroba tumbuh di dalam mulut anjing. Selain itu, seorang peneliti dari Harvard pun, mendapati sekitar 600 jenis bakteri bersarang di air liur anjing.

Bakteri kotor itu bernama Porphyromonas gulae, kerap menimbulkan penyakit periodontal yang menyerang gusi. Sebab itu, peneliti menganggap bahwa air liur anjing lebih kotor daripada manusia.

Menurut Profesor Bedah dan Kedokteran Gigi Emeritus, dr. Colin Harvey menuturkan air liur anjing bersifat basa dan memiliki 7,5 hingga 8 pH. Akan tetapi, hal itu bertujuan untuk mencegah adanya rongga yang diproduksi bakteri sehingga menyebabkan enamel gigi terkikis.

Anjing

“Meskipun sifat air liur berguna mencegah rongga, yakni salah satu penyebab munculnya penyakit periodontal. Jika gigi anjing tidak sering disikat, maka akan menimbulkan plak, lalu berkembang menjadi bakteri. Oleh karena itu, akan memicu kerusakan pada struktur penopang gigi,” ujar Harvey, dikutip dari PetMD, Rabu (10/1/2024).

Begitu pula, liur hewan itu juga menyebabkan penumbuhan parasit usus yang berasal dari mulut dan rongga hidung. Namun bagi Anda pecinta anjing, tidak perlu khawatir karena infeksi ini jarang sekali bisa ditularkan.

Berbeda halnya pendapat dari Dokter Hewan Spesialis di Colorado, dr. Edward R. Eisner mengungkapkan meski liur anjing terdapat antibakteri, tetapi masih ada kemungkinan menular ke manusia.

“Bakteri itu, mungkin saja ditransfer dari hewan peliharaan ke manusia. Sebab pernah ada laporan kasus studi tahun 2016 menemukan bahwa jenis bakteri gigi dan gusi itu ditularkan antara anjing dan manusia,” ucap Eisner.

Sementara air liur itu berguna memindahkan makanan ke kerongkongan tanpa harus dikunyah terlebih dahulu. Mulut anjing tidak memiliki amilase atau enzim yang berkaitan dengan pencernaan.

Faktanya, air liur anjing memang mengandung bakteri. Capnocytophaga merupakan kuman yang berbahaya menular ke manusia melalui kontak langsung, goresan, ataupun gigitan. Terkadang bakteri ini berinfeksi oportunistik. Tidak hanya binatang, melainkan sangat umum ada pada tiap manusia.

Meski demikian, apabila Anda terkena gigitan atau goresan secara tidak sengaja, baik dari hewan liar maupun peliharaan. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pemilik anjing itu dan jangan langsung mendekatinya. Kemudian setelah mendapatkan persetujuan, dekati binatang tersebut dengan tenang dan perlahan-lahan.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement