Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IDAI Minta Orangtua Segera Tuntaskan Imunisasi Polio pada Anak, Ini Alasannya

Devi Pattricia , Jurnalis-Minggu, 07 Januari 2024 |04:00 WIB
IDAI Minta Orangtua Segera Tuntaskan Imunisasi Polio pada Anak, Ini Alasannya
Pentingnya imunisasi polio? (Foto: Freepik.com)
A
A
A

BELUM lama ini kemunculan kasus lumpuh layu akut (Acute flaccid paralysis/AFP) yang disebabkan virus polio tipe dua menghebohkan publik. Kasus tersebut terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Penyebab munculnya penyakit tersebut disebabkan oleh mutasi virus polio yang lebih kuat dan dapat bergerak lebih cepat pada anak yang belum memiliki imunitas yang lengkap atau bahkan belum pernah melakukan imunisasi polio.

Terkait hal itu Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR sekaligus Konsultan Infeksi Tropik Anak dari IDAI, Prof. Dr. dr. Ismoedijanto, DTM&H, Sp.A(K) mengungkapkan bahwa masih banyak orang tua yang tidak menuntaskan imunisasi polio pada anak.

Imunisasi polio seharusnya dilakukan empat kali untuk imunisasi yang diberikan secara oral (OPV) dan vaksin ini diberikan secara bertahap ketika anak masih bayi. Banyak orang yang mengira empat kali imunisasi ini sudah cukup, nyatanya anak masih perlu mendapatkan dua kali vaksinasi lagi yang diberikan melalui suntikan (IPV).

Polio

“Tapi yang jelas bahwa harusnya itu adalah empat kali plus dua suntikan IPV. Kami sudah mengecek untuk suntikan pertamanya hanya sekitar 65-70 persen, tapi suntikan IPV keduanya suntikannya hanya 60 persen,” kata Prof. Ismoedijanto dalam Media Group Interview bersama dengan IDAI, Sabtu 6 Januari 2024.

Prof. Ismoedijanto juga menyatakan kalau masih banyak masyarakat yang keliru dengan pemberian imunisasi polio pada anak. Banyak orangtua yang melengkapi tahap imunisasi hanya empat kali secara oral saja.

Jika anak tidak mendapatkan imunisasi polio sampai tuntas, maka kekebalan imun yang dimiliki anak tidak bisa bertahan lama hingga ia besar. Apalagi virus polio yang ada saat ini telah bermutasi dari varian yang lama. Maka Imunisasi polio juga boleh diulang lagi sebagai booster, jika anak sudah berusia dua tahun.

“Kalau di dua tahun tidak diulang atau di booster, maka dia tidak kebal lagi. Jadi, sekalipun imunisasi sudah lengkap,” kata Prof. Ismoedijanto

Lebih lanjut, Prof. Ismoedijanto juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan terus asupan nutrisi serta kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal.

Gejala yang ditimbulkan dari polio dengan mutasi virus baru ini juga sama saja dengan gejala pada umumnya, seperti demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kaku pada leher, dan nyeri pada tungkai.

“Tidak ada perbedaan sama sekali, karena itu mutasi dari virus yang lama. Jadi mutasinya dalam hal ini virusnya menjadi liar lagi. Ini hanya bagaimana caranya mengunci si vaksin tadi, jangan sampai menjadi liar,” tuturnya.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement