Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pneumonia Misterius China Menyebar ke Negara Lain, Belanda Ikut Terdampak

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Rabu, 29 November 2023 |12:22 WIB
Pneumonia Misterius China Menyebar ke Negara Lain, Belanda Ikut Terdampak
Anak kena pneumonia misterius china. (Foto: Kids health)
A
A
A

SETELAH China mengalami dampak atas kasus pneumonia ‘misterius’ yang menyerang anak-anak di negaranya. Kini Belanda menjadi salah satu negara yang ikut melaporkan atas adanya penemuan kasus tersebut.

Hal itu diketahui dari laman themessenger, Rabu (29/11/2023). Menurut Institut Penelitian Layanan Kesehatan Belanda (NIVEL) yaitu sebuah lembaga penelitian di Utrecht, sekitar 25 mil selatan Amsterdam, melaporkan bahwa 80 dari setiap 100 ribu anak berusia antara lima dan 14 tahun menderita pneumonia pada minggu lalu.

 anak kena pneumonia

Bahkan pada wabah kali ini, terhitung terbesar sepanjang beberapa tahun terakhir. Setidaknya pada 2022 lalu, puncak flu tertinggi terjadi di Belanda, sehingga menyebabkan 60 kasus sudah tercatat untuk setiap 100 ribu anak dalam kelompok usia.

 BACA JUGA:

Atas kejadian itu, maka saat ini China mulai melakukan peningkatan alarm. Karena mengingat beberapa rumah sakit di Beijing juga sudah nampak kewalahan dengan dibanjirinya pasien pneumonia dengan mayoritas kalangan anak-anak.

Meskipun Pejabat China mengatakan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa tidak ada patogen baru yang terdeteksi dalam wabah, dan sebaliknya. Tetapi penyakit tersebut diduga karena virus musiman yang diketahui seperti flu dan RSV, bersama dengan bakteri Mycoplasma pneumoniae.

 BACA JUGA:

Pejabat setempat mengatakan, selepas pengetatan aturan Covid-19 diberhentikan pada akhir 2022, maka hal ini membuat populasi mengalami kerentanan terhadap virus, terutama pada saat ini yang sudah mulai memasuki perpindahan musim sehingga penyakit flu pun mulai muncul.

Lebih lanjut, aturan Covid-19 juga telah diberhentikan di Belanda untuk beberapa waktu lalu, membuatnya tidak jelas apa yang akan terjadi hingga menyebabkan lonjakan pneumonia seperti tahun ini.

Namun, yang mereka ketahui pada beberapa orang takut kalau pejabat di China menutupi tahap awal epidemi.

Menurutnya bangsa China sebagian besar dikritik karena tanggapan awalnya terhadap penemuan Covid-19 yang sempat terjadi pada hampir tepat empat tahun yang lalu, dan beberapa telah melihat situasi saat ini sebagai refleksi dari masa lalu.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement