BANYAK orang menilai dampak dari kecapekan kerja atau banyak kegiatan yang dilakukan terus-menerus tanpa adanya istirahat bisa membuat seseorang sakit tipes.
Namun, tahukan Anda kalau ternyata pernyataan itu salah?
Menurut Dokter Medis, dr Ekida Rehan Firmansyah, penyebab dari seseorang terkena tipes karena makanan yang ia konsumsi tidak diproses dengan baik sehingga menimbulkan bakteri penyebab tipes.

BACA JUGA:
“Siapa nih yang suka makan telur setengah mentah atau ayam atau bebek yang dimasak tapi belum matang? Daging masih merah kalian tahu gak itu dalamnya banyak mengandung bakteri salmonella typhi yang menyebabkan penyakit tipes,” kata dr Eki, dikutip dalam Instagram miliknya @ekidarehanf.
Menurutnya selama ini kebanyakan orang salah paham dengan istilah ‘kerja, kerja, kerja terus tipes’ karena sebetulnya mau sebanyak apapun kegiatan yang dilakukan tetapi kalau tidak ada bakteri salmonella typhi, maka tipes itu tidak akan terjadi.
BACA JUGA:
Bakteri salmonella typhi bisa menular melalui rute fecal oral atau dari kotoran, dan ataupun dari makanan. Misalnya sehabis dari Toilet seseorang tidak mencuci tangannya terlebih dahulu menggunakan sabun, atau ia sering mengonsumsi makanan yang kurang matang seperti telu, daging, atau lain-lain, itu dapat menimbulkan bakteri salmonella typhi muncul.
“Atau sering juga nih pedagang-pedagag makanan, dia nggak sadar kena tipes karena sudah biasa jadi gak timbul gejala terus dia masak tangannya itu langsung dipakai dan nggak cuci tangan. Akhirnya makanan yang disajikan ke pembeli terus pembelinya makan dan dia kena tipes,” ucap dr Eki.
Untuk itu, dr Eki pun menjelaskan kalau kebersihan pengolahan makanan itu juga menjadi penting terutama dengan mencuci tangan terlebih dahulu, dan menggunakan sarung tangan.
Lebih lanjut ia juga megingatkan kepada sejumlah masyarakat yang sering kali jajan dengan menggunakan saos yang disediakan atau es batu yang airnya tidak diketahui bersih atau tidaknya, agar lebih berhati-hati. Karena itu juga dapat menyebabkan tipes.
“Gejala tipes itu biasanya demam. Pagi sampai siang biasa aja, tapi sore ke malem itu demamnya bisa makin tinggi,” tuturnya.
Selain itu, karena bakteri tersebut bisa menyerang ke dalam usus, kemungkinan pada sebagian penderita bisa menyebabkan masalah kesehatan berupa konstipasi atau sembelit.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.