Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BRI Dorong UMKM Go Global, Masa Depan Modest Fashion Indonesia Menjanjikan

Tuty Ocktaviany , Jurnalis-Senin, 20 November 2023 |21:49 WIB
BRI Dorong UMKM Go Global, Masa Depan Modest Fashion Indonesia Menjanjikan
Model memamerkan koleksi modest fashion dari desainer Indonesia. (Foto: Tuty Ocktaviany/Okezone)
A
A
A

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk concern mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menciptakan produk yang bisa go global. Kualitas adalah tantangan bagi UMKM saat ini.

Gaung fashion Indonesia go global terus berkumandang. Semangat ini terus dijaga dan mendorong para pelaku industri fashion, termasuk UMKM menggali kreativitas agar bisa menciptakan produk berdaya saing tinggi.

Belakangan ini, industri fashion di Indonesia, khususnya modest fashion berkembang pesat. Modest fashion telah menjadi fenomena global dan salah satu kekuatan ekonomi yang signifikan di Indonesia.

IN2MF

Peluang inilah yang membuat para desainer hingga UMKM turut menggarap pasar tersebut, sambil menjalankan bisnis lain yang sudah ada. Mereka berlomba memproduksi koleksi busana dengan desain yang tidak biasa. Termasuk mengolah wastra dari berbagai daerah menjadi identitas produk modest fashion Indonesia, yang membedakan dengan negara lain. Ini sekaligus memberikan tawaran baru untuk pasar global.

Selain sarat makna dan budaya, wastra juga memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Menurut data Kementerian Perindustrian RI, ekspor wastra Nusantara, khususnya batik mencapai 64,56 juta dolar AS sepanjang 2022 dan diperkirakan mencapai 100 juta dolar AS pada 2023. Minat terhadap wastra Nusantara, khususnya batik berarti bagus dan mendunia.

Namun, tugas para desainer dan UMKM memang tidak berhenti pada bagian produksi saja. Mereka perlu mempromosikan karya mereka dan memperkuat branding. Itu yang sering menjadi kendala mereka selama ini.

IN2MF

Menurut National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma, dukungan para stake holder hingga perbankan sangat penting untuk keberlangsungan bisnis fashion dari para desainer dan UMKM.

“Peran perbankan memang sangat besar sekali, tidak sekadar permodalan seperti membantu sistem pembayaran. Lebih dari itu, bisa memberikan support. Terutama bagian memperkuat branding, harus diperhatikan juga,” tutur Ali Charisma kepada okezone.com di Jakarta, Senin (20/11/2023).

Menurut Ali Charisma, sekarang ini banyak pemula di bisnis fashion dan usianya masih muda. Sehingga perlu diberi kemudahan ketika berurusan dengan perbankan.

“Tantangan UMKM saat ini adalah kualitas. Untuk membuat UMKM besar, tentu kualitas harus diperhatikan. Produknya harus naik kelas,” katanya.

Selain menyiapkan produk yang berkualitas, kata Ali Charisma, mereka juga membutuhkan wadah atau dilibatkan dalam sebuah event untuk berpromosi. Harapannya, mereka bisa menjaring market atau pembeli  potensial yang lebih luas.

IN2MF

Kebutuhan desainer atau UMKM tersebut, tidak luput dari perhatian perbankan. Mereka terus mendorong pelaku fashion atau UMKM untuk go global.

Ini pula yang terus dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang merayakan hari ulang tahun ke-128 pada 16 Desember 2023. Sesuai semangatnya dengan tema "Memberdayakan Ultra Mikro dan UMKM Indonesia", langkah yang dilakukan BRI salah satunya dengan menggelar BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR. Program ini berupaya membawa produk UMKM Indonesia agar bisa dikenal dunia atau go global.

Lewat program ini, pelaku UMKM dipertemukan dengan calon buyer dari pasar global. Di mana programnya fokus pada pameran industri yang khas dan kreatif, serta menampilkan produk UMKM terbaik lewat berbagai instalasi seni yang menarik.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengatakan, BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR merupakan inisiatif BRI dalam memperkenalkan keunikan UMKM dan produk nasabah binaannya yang memiliki daya saing tinggi. Program tersebut adalah salah satu langkah konkret BRI.

“UMKM harus banyak mendapatkan kesempatan agar dapat melakukan ekspor dan masuk pasar internasional. UMKM saat ini merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia,” tuturnya dalam sebuah kesempatan.

Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menjabarkan data pemerintah, saat ini di Indonesia memiliki lebih kurang 64 juta UMKM. Dari jumlah tersebut, 700.000 di antaranya merupakan segmen kecil, sedangkan segmen menengah kurang dari 100.000 pelaku usaha. Menurutnya, sisanya lebih dari 60 juta adalah pelaku usaha mikro.

Dengan demikian, ruang bank untuk ekspansi di segmen tersebut masih sangat lebar. Hal itu belum lagi ditambah dengan para pelaku usaha yang naik kelas dari ultra mikro ke mikro.

“Sehingga wajar pertumbuhan kredit mikro masih positif dan semakin besar porsinya,” kata Faisal, Kamis (16/11/2023).

Faisal menambahkan, data yang lebih menarik adalah hanya sekitar 25 persen yang memiliki akses ke perbankan. Sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil dan menengah. Artinya, hanya segelintir usaha mikro yang telah mendapatkan akses pembiayaan dari industri perbankan.

Menuju Indonesia Pusat Modest Fashion Dunia

Geliat bisnis modest fashion di Indonesia pun terus bertumbuh. Dukungan kepada pelaku industri fashion juga semakin ramai tahun ini dengan berlangsungnya banyak event.

Salah satunya Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) 2023, yang diinisiasi Bank Indonesia bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) RI dan Indonesia Fashion Chamber (IFC). Ajang ini merupakan rangkaian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2023 di Cendrawasih dan Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), pada 25 -29 Oktober 2023.

IN2MF

Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung mengatakan, industri modest fashion Indonesia telah mengalami perkembangan pesat. Bahkan, industri modest fashion telah berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

“Produk modest fashion merupakan salah satu sektor industri yang menjadi fokus pemerintah untuk didorong ekspor dan penguatan industrinya dari hulu ke hilir. Hal ini dapat menciptakan peluang bisnis yang luas dan diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif dalam ekonomi nasional,” tutur Juda Agung dalam sambutan di ajang IN2MF.

IN2MF 2023 sukses digelar dengan menghadirkan sebanyak 1.478 look dari 168 desainer dan jenama Indonesia, serta melibatkan 10 desainer internasional yang berasal dari Malaysia, Amerika Serikat, Maroko, Paris, London, Jepang, Kuwait, Algeria, dan India.

Selain itu, IN2MF juga melibatkan partisipasi sekitar 50 influencer Tanah Air, mendatangkan lebih dari 200 buyer dari dalam maupun luar negeri, dan lebih dari 9.000 pengunjung, serta 53.000 penonton secara virtual.

Kesuksesan dari gelaran IN2MF ini menjadi pelecut semangat bagi banyak pihak untuk merealisasikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia. Pasalnya, masa depan modest fashion Indonesia menjanjikan.

IN2MF

“Potensi industri modest fashion ke depan luar biasa yang diperkirakan nilai transaksi mencapai 175 miliar dolar AS pada tahun 2025. Kami berharap kegiatan ini menjadi panggung yang mendorong industri modest fashion Indonesia menjadi semakin besar di dunia," tutur Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Fiki Satari dalam acara penutupan IN2MF 2023.

Sektor industri ini, kata Fiki, bisa mendunia karena secara kualitas mempunyai daya saing global. "Kami optimis IN2MF bisa menjadi daya dorong untuk percepatan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia,” ucapnya.

Sementara itu, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengatakan, modest fashion di Indonesia belakangan ini memang tumbuh pesat. Ini berpeluang menjadikan Indonesia menjadi salah satu pusat modest fashion dunia.

“Kalau dari sisi desain untuk modest fashion, dibanding dengan negara-negara lain, Indonesia nomor satu. Kreativitas desainer kita juara,” tutur Ali Charisma kepada okezone.com.

Namun yang menjadi perhatian, kata Ali Charisma, dari sisi ekonomi atau bisnis. 

“Kalau dari sisi desain, saya kira Indonesia sudah siap jadi salah satu pusat modest fashion dunia di 2024. Sementara dari sisi bisnis, kita belum siap, masih di bawah 50 persen. Untuk benar-benar siap secara bisnis fashion, realistis di 2027,” kata desainer yang berbasis di Bali ini.

Dengan kondisi itu, kata Ali Charisma, memang banyak hal yang perlu disiapkan. Terkait event yang bisa memancing buyer datang, termasuk pelaku industri kreatif atau desainer yang terlibat mengikuti event internasional tidak semata memamerkan karya, tetapi juga ikut pameran bisnis dan lainnya. 

(Tuty Ocktaviany)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement