Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebih dari 2 Miliar Orang Alami Gangguan Penglihatan di Seluruh Dunia, Ini Penyebabnya

Syifa Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 03 November 2023 |03:00 WIB
Lebih dari 2 Miliar Orang Alami Gangguan Penglihatan di Seluruh Dunia, Ini Penyebabnya
Banyak masyarakat dunia yang miliki masalah penglihatan. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

MATA merupakan salah satu aset tubuh yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab mata menjadi bagian terpenting dalam kehidupan manusia.

Namun ternyata gangguan penglihatan banyak dialami oleh masyarakat. Disebutkan hampir 2,2 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan penglihatan. Hal itu karena kurangnya akses terhadap layanan perawatan mata sederhana, setidaknya setengah dari kondisi mereka belum ditangani atau belum dapat dicegah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Dr. Eva Susanti, mengatakan penyakit neovascular age-related macular degeneration (nAMD) dan diabetic macular edema (DME) merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan.

Gangguan mata

“Kondisi-kondisi ini mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja, terlibat secara sosial dan hidup mandiri, sehingga menyebabkan depresi dan kecemasan. Hal ini juga meningkatkan tekanan pada sistem kesehatan dan memberikan beban besar pada perawat,” ujar dr Eva dalam konferensi pers Peluncuran Inovasi Pengobatan Gangguan Penglihatan oleh Roche Indonesia, Kamis 2 November 2023.

Dokter Eva menambahkan di Indonesia sendiri terdapat sekitar delapan juta orang berusia di atas 50 tahun yang mengalami masalah gangguan penglihatan. Di antaranya, diperkirakan terdapat 700,000 pasien yang terdampak oleh nAMD dan DME.

"Penyebab utama gangguan penglihatan adalah kelainan refraksi, sedangkan penyebab utama kebutaan adalah katarak. Selain itu, faktor degeneratif dan penyakit kronis juga merupakan risiko terjadinya penyakit mata lainnya seperti AMD dan DME,” katanya.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Mata Konsultan Vitreoretina dan Direktur Layanan Vitreoretina, JEC Eye Hospitals & Clinics Dr. dr. Elvioza, SpM(K), mengatakan sangat penting untuk memiliki pilihan dan strategi pengobatan yang dapat mengurangi beban frekuensi suntikan bagi pasien yang menderita penyakit mata yang bisa menyebabkan kebutaan.

“Konsultasi yang harus dilakukan secara sering dapat menjadi tantangan bagi pasien dan perawat atau pengasuh (caregiver), terutama bagi mereka yang berada di lokasi terpencil, memiliki mobilitas terbatas, dan akses terhadap pengobatan sangat penting untuk dapat mengatasi kehilangan penglihatan,” katanya.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement