PASIEN transplantasi jantung babi kedua di Amerika Serikat, Lawrence Faucette berusia 58 tahun meninggal dunia. Meskipun sempat mengalami kemajuan kesehatan yang signifikan dalam beberapa waktu setelah menjalani operasi transplantasi jantungn babu.
Namun tubuh Faucette mulai menunjukkan penolakan terhadap jantung babi, hingga akhirnya Faucette menyerah dan menghembuskan napas terakhirnya.

“Kami berduka atas kehilangan Tuan Faucette, seorang pasien yang luar biasa, ilmuan sekaligus seorang veteran angkatan laut. Pria itu (Faucette) hanya ingin sedikit lebih banyak menghabiskan waktu bersama istri, putra, dan keluarganya yang penuh dengan kasih sayang,” kata Dokter Bartley yang melakukan operasi transplanstasi jantung babi.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Faucette memang menolak untuk dilakukannya transplantasi jantung tersebut, karena mengingat kondisinya yang dinilai tidak memenuhi syarat. Akan tetapi, penyakit yang dialami oleh Faucette sudah memasuki stadium lanjut dan Badan Pengawas Obat serta Makanan AS (FDA) pun memberikan izin darurat untuk prosedur tersebut dengan harapan bisa memperpanjang hidupnya.
Setelah dilakukannya operasi, jantung yang ditransplantasikan Faucette terlihat bekerja dengan baik tanpa adanya bukti-bukti penolakan, bahkan hingga masa pemulihan satu bulan pertama. Sehingga Faucette juga sempat melakukan beberapa terapi fisik, dan bekerja untuk mendapatkan kembali kemampuannya untuk berjalan.
“Dia tahu waktunya bersama kami ini singkat, dan sekarang adalah kesempatan terakhirnya untuk berbuat demi orang lain. Bahkan dia tidak pernah membayangkan ia bisa hidup bertahan sampai saat ini, atau memberikan data sebanyak itu untuk program xenotransplantasi,” kata istri Faucette.
BACA JUGA:
Istri Faucette menyampaikan, Faucette adalah seorang pria yang selalu memikirkan orang lain, terutama dirinya dan kedua putranya. Kebaikan dan tindakan seolah tanpa pamrih ia lakukan dari orang lain dan tidak luput dari perhatian.
Meski Faucette akhirnya meninggal, istri dan keluarga tetap berterima kasih kepada staf di University of Maryland Medical Center atas perawatan dan dukungan yang diberikan kepada Faucette selama ia menjalani hari-harinya.
“Kami tetap menantikan kemajuan dan kesuksesan di bidang xenotransplantasi,” ucapnya.
Xenotransplantasi memang diketahui beberapa kali sempat gagal dalam beberapa waktu dekade, karena membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dapat bisa sempurna. Akibatnya kegagalan ini juga bisa dikatakan karena kondisi kekebalan tubuh yang tidak memungkinkan, sehingga menghancurkan jaringan asing yang masuk ke dalam tubuh.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.