Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasien Transplantasi Jantung Babi Kedua Akhirnya Meninggal Dunia

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Rabu, 01 November 2023 |12:37 WIB
    Pasien Transplantasi Jantung Babi Kedua Akhirnya Meninggal Dunia
Pasien transplantasi jantung babi kedua meninggal. (Foto: Wired)
A
A
A

PASIEN transplantasi jantung babi kedua akhirnya meninggal dunia. Lawrence Faucette, pasien berusia 58 tahun dengan penyakit jantung terminal dan merupakan pasien kedua penerima jantung babi hasil rekayasa genetika, meninggal dunia pada tanggal 30 Oktober.

Hal ini diumumkan oleh University of Maryland Medical Center di Baltimore, AS, tempat transplantasi dilakukan. Nasibnya tak jauh beda dengan pasien penerima jantung babi pertama yang juga meninggal dunia.

 jantung babi

Faucette sendiri menerima transplantasi pada tanggal 20 September dan hidup selama 6 minggu, waktu yang lebih singkat dibandingkan pasien pertama.

 BACA JUGA:

Meskipun ada tindakan pencegahan ekstra dari tim Maryland. Awalnya, Faucette mengalami kemajuan setelah dioperasi. Dia bahkan melakukan terapi fisik, menghabiskan waktu bersama anggota keluarga, dan bermain kartu dengan istrinya, menurut universitas tersebut.

Dikutip dari Wired, beberapa hari menjelang kematian Faucette, jantungnya mulai menunjukkan tanda-tanda penolakan organ. Dengan kata lain, sistem kekebalan tubuh Faucette mengenali jantung babi sebagai benda asing, dan menyerangnya. Penolakan juga merupakan tantangan terbesar dalam transplantasi organ tubuh.

Seperti diketahui transplantasi jantung babi kepada Faucette itu merupakan kali kedua yang dilakukan di dunia, setelah pasien pertama David Bannet yang melakukan transplantasi jantung babi ke tubuhnya.

Namun saat itu jantung yang digunakan David tidak bertahan lama, karena memiliki tanda-tanda virus babi kemudian David hanya bertahan hidup selama dua bulan.

 BACA JUGA:

Sebelum akhirnya meningga, Faucette mengaku dirinya bersyukur karena masih diberikan hidup lagi.

“Jantung babi yang digunakan Lawrence Faucette tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan,” kata dokter rumah sakit yang menangani Lawrence, dikutip dalam laman New York Post saat itu.

Faucette sempat berdiri dengan bantuan terapis, bahkan punya kekuatan yang dibutuhkan untuk belajar berjalan.

Upaya transplantasi organ hewan ke manusia ini disebut xenotransplants yang mana sistem kekebalan tubuh manusia menggunakan babi secara genetik untuk menjadi salah satu organ manusia karena memiliki kemiripan.

Untuk itu banyak ilmuan yang berharap xenotransplants suatu hari nanti dapat mengimbangi kekurangan organ yang dimiliki manusia, sehingga nantinya lebih dari 100 ribu orang yang menunggu transplantasi juga dapat menggunakan metode tersebut.

Kabar terbarunya pada beberapa ilmuan menguji pada ginjal dan hati babi dan monyet yang akan digunakan pada tubuh manusia juga berharap untuk bisa belajar dan melakukan penelitian kembali terkait Food and Drug Administration untuk mengizinkan studi xenotransplants formal.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement