KABAR duka datang dari dunia hiburan Amerika Serikat. Aktor ternama Matthew Perry yang memerankan karakter Chandler Bing di serial Friends, meninggal dunia di usia 54 tahun.
Melansir Los Angeles Times, Perry ditemukan tenggelam di hot tub atau bak mandi di kediamannya di wilayah Los Angeles pada 28 Oktober. Ia tak sadarkan diri sekitar jam 4 sore waktu setempat.

Namun, seorang sumber dari pihak berwenang belum bisa menyebutkan penyebab kematian sang aktor. Masalah tersebut masih diselidiki karena sejauh ini tidak ada tanda-tanda pelanggaran.
BACA JUGA:
Laporan terbaru, polisi menemukan obat antidepresan, obat penyakit jantung, dan obat Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Matthew merupakan perokok berat, maka tak heran jika ia mengidap Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Lalu apa saja penyebab PPOK?
Dikutip dari Sehat Negeriku, Spesialis Kardiovaskular Dr. Arto Yuwono Soeroto menjelaskan, PPOK disebabkan oleh hobi merokok.
PPOK bukan termasuk penyakit menular, PPOK adalah penyakit paru obstruktif yang dapat diobati, sehingga tatalaksananya lebih diupayakan pada pencegahan perburukan gejala maupun fungsi paru.
BACA JUGA:
PPOK disebabkan karena adanya korelasi erat antara paparan partikel atau gas berbahaya yang signifikan dan meningkatnya respons utama pada saluran napas dan jaringan paru.
Partikel gas berbahaya utama tersebut adalah asap rokok. Ada juga partikel lain seperti polusi bahan kimia di tempat kerja, dan asap dapur.
Dokter Arto mengatakan, gejala PPOK antara lain batuk berdahak, sesak napas, dan memiliki keluhan yang menetap.
Gejala pernapasan tersebut bersifat menetap dan progresif yang disebabkan karena adanya kerusakan saluran napas pada gelembung alveolus atau kantung udara kecil di dalam paru-paru yang menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.
“Kerusakan tersebut disebabkan oleh pajanan dengan gas atau partikel berbahaya seperti merokok dan polusi,” katanya.
Riset Kesehatan Kementerian Kesehatan memperlihatkan jumlah perokok di Indonesia masih sangat tinggi, kira-kira 33,8% atau 1 dari 3 orang di Indonesia merokok. Hal ini memberikan kontribusi pada kejadian PPOK yang besar.
(Dyah Ratna Meta Novia)