Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bakteri Tuberkulosis Bisa Serang Usus, Begini Cara Mengobatinya

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Kamis, 12 Oktober 2023 |14:00 WIB
Bakteri Tuberkulosis Bisa Serang Usus, Begini Cara Mengobatinya
Bakteri TB bisa menyerang usus. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

BAKTERI Mycobacterium tuberculosis penyebab tuberkulosis ternyata tidak hanya menyerang paru-paru. Bakteri ini bahkan dapat menyebabkan TB kelenjar, meningitis TB, dan TB usus.

Dokter Spesialis Paru, dr Erlina Burhan menjelaskan kondisi ini bisa terjadi karena adanya infeksi yang didapatkan dari makanan yang terkontaminasi, cairan paru dan masuk ke dalam perut, atau menyebar dari organ lain lewat darah.

Perbedaannya dengan TB paru yaitu pada masa pengobatan. Jika TB paru memerlukan waktu enam bulan. Sedangkan TB usus biasanya satu hingga 1,5 tahun.

“Bergantung dari kerusakan usus yang terjadi pada saat didiagnosis,” kata dr Erlina, dikutip dalam akun X miliknya @erlinaburhan, Kamis (12/10/2023).

Virus TB bisa serang usus manusia

Pemeriksaannya yang dilakukan pun berupa USG, CT Abdomen, dan Laparoskopi. Sedangkan untuk mengetahui status kesembuhan, dapat dilihat dari apakah ada perbaikan dan sudah tidak ada gejala.

Sedangkan untuk gejala itu sendiri TB usus dapat menimbulkan beberapa tanda seperti nyeri perut, demam, penurunan berat badan, mual muntah, diare, konstipasi?, BAB bercampur darah, hingga tidak ingin makan.

Untuk itu, menurut dr Erlina kejadian TB usus tidak diperlukan pemeriksaan dahak atau rontgen karena dapat dievaluasi kondisi klinis.

“Jadi cukup dievaluasi kondisi klinis atau keluhan dari pasien. Tidak perlu pemeriksaan dahak dan rontgen,” ucap dr Erlina.

Lalu bagaimana pengobatannya?

Menurut laman Healtline, pengobatannya dapat berupa pemberian obat antituberkulosis, untuk mengobati kombinasi antibiotik yang efektif melawan bakteri. Biasanya seseorang akan mengonsumsi obat ini selama 6-9 bulan.

Namun durasinya dapat diperpanjang hingga 9–12 bulan atau lebih lama dalam beberapa kasus. Obat-obatan yang paling umum digunakan meliputi isoniazid, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol.

Adapun perawatan suportif seperti perawatan suportif juga sangat penting untuk menangani gejala dan komplikasi yang terkait dengan TB usus. Selain itu intervensi bedah juga dapat dilakukan dalam beberapa kasus, Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk mengatasi komplikasi.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement