Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Penglihatan Sedunia, Berikut 5 Penyakit Mata yang Paling Sering Dialami

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 09 Oktober 2023 |16:37 WIB
Hari Penglihatan Sedunia, Berikut 5 Penyakit Mata yang Paling Sering Dialami
5 penyakit mata yang paling sering menyerang. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

HARI penglihatan sedunia dirayakan setiap minggu kedua bulan Oktober. sekadar informasi, mata merupakan salah satu anggota tubuh yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu menjaga kesehatan mata sangat penting untuk dilakukan.

Meski sudah dijaga dengan baik, ada kalanya mata kerap terserang penyakit. Penyakit mata ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja, tanpa memandang usia. Dirangkum dari Mayoclinic, Senin (9/10/2023).

1. Rabun Jauh 

Rabun jauh (miopi) atau yang lebih dikenal sebagai mata minus merupakan kondisi ketika objek yang berada di kejauhan terlihat buram akibat fokus cahaya berada di depan retina. Penyakit mata yang satu ini dapat berkembang secara bertahap atau cepat, namun seiring waktu akan memburuk selama masa kanak-kanak dan remaja.

Di samping itu, rabun jauh cenderung diturunkan oleh genetik keluarga. Kondisi ini bisa diatasi dengan operasi sinar laser, implantasi lensa buatan, serta penggunaan kacamata atau lensa kontak.

Penyakit mata yang paling sering dialami

2. Katarak

Katarak menjadi penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Penyakit mata ini membuat lensa mata terlihat keruh sehingga pandangan pun menjadi kabur. Kondisi ini tentu mempersulit pengidapnya kala berkendara, membaca, serta melihat ekspresi seseorang. Katarak kebanyakan diderita oleh para lanjut usia. Namun pada beberapa kasus, katarak juga terjadi pada anak muda, bahkan pada bayi baru lahir.

Selain karena penuaan yang menyebabkan protein di lensa mata menggumpal, katarak juga bisa disebabkan oleh penyakit diabetes, paparan sinar UV yang berlebih, kebiasaan merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, dan efek samping obat tertentu, seperti kortikosteroid dan terapi radiasi.

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis merupakan peradangan atau infeksi pada selaput transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata dan menutupi bagian putih bola mata. Alhasil, pembuluh darah kecil di konjungtiva yang meradang membuat bagian putih mata akan tampak kemerahan atau pink.

Konjungtivitis ini dapat disebabkan oleh iritasi, alergi, atau infeksi bakteri dan virus. Sementara untuk pengobatannya harus disesuaikan dengan penyebabnya.

4. Pterigium

Pterigium merupakan kondisi ketika ada pertumbuhan jaringan berdaging pada konjungtiva dan jaringan bening yang melapisi kelopak mata hingga menutupi bola mata. Biasanya terbentuk di sisi yang paling dekat dengan hidung dan tumbuh ke arah area pupil.

Kondisi ini mungkin terlihat menakutkan, tetapi pterigium bukanlah kanker. Pertumbuhan mungkin akan menyebar perlahan atau berhenti pada titik tertentu. Dalam kasus ekstrim, jaringan tersebut dapat menutupi pupil dan menyebabkan masalah penglihatan yang lebih parah.

Penyakit mata ini terjadi akibat sering terpapar radiasi sinar matahari, mata kering, serta iritasi seperti debu dan angin. Gejalanya bisa meliputi mata merah, pandangan kabur, serta mata yang terasa gatal atau panas.

Sebelum muncul, biasanya ada bercak kekuningan atau benjolan pada konjungtiva yang disebut pinguecula dan bisa menjadi merah jika teriritasi. Pterigium bisa disembuhkan dengan pemberian resep tetes mata kortikosteroid untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut atau dengan operasi.

5. Glaukoma

Glaukoma terjadi ketika saraf optik mata rusak hingga penderitanya mengalami gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Kerusakan saraf optik ini disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata akibat adanya timbunan cairan di dalam mata. Pengobatannya bisa dengan obat minum atau obat tetes mata untuk mengurangi tekanan di dalam bola mata.

Kehilangan penglihatan karena glaukoma tidak dapat dipulihkan, oleh karenanya sangat penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur agar dapat diobati dengan tepat. Jika glaukoma dikenali lebih awal, kehilangan penglihatan pun dapat diperlambat atau dicegah.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement