SUHU panas ekstrem yang melanda Ibu Kota dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa tak hanya membuat seseorang rentan dehidrasi. Kondisi ini juga dapat mengancam kesehatan kulit seseorang.
Lantas penyakit kulit apa saja yang perlu diwaspadai seseorang? Merangkum dari laman resmi Rumah Sakit Hermina, Sabtu (30/9/2023), berikut ulasannya.
1. Penuaan dini
Paparan sinar UV yang berlebihan dapat merusak serat kolagen dan elastin (lapisan dermis) pada kulit. Penuaan dini merupakan dampak yang paling sering terjadi ketika kulit terlalu lama terpapar sinar UV.
Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat menyebabkan, kulit jadi keriput, kendur, dan pori-pori membesar.
2. Kulit terbakar

Bahaya selanjutnya, yakni kulit terbakar. Kondisi ini dikenal dengan istilah sunburn. Warna kulit pada masalah ini akan tampak kemerahan, bahkan kecoklatan.
Tak hanya itu, kulit jadi terasa perih saat tersentuh. Hal itu berpotensi memicu reaksi inflamasi yang juga menjadi risiko kanker dan penuaan dini.
3. Kulit menghitam
Perubahan warna ini terjadi akibat meningkatnya produksi melanin untuk melindungi kulit dari kerusakan. Akibatnya, kulit yang terpapar sinar matahari menjadi lebih gelap.
4. Risiko kanker kulit
Efek jangka panjang lainnya yaitu meningkatkan risiko kanker kulit. Paparan sinar UV yang berlebihan bisa berpotensi menyebabkan materi genetik pada sel kulit.
Akibatnya yang terjadi, pertumbuhan sel itu jadi tak terkendali dan menyebabkan terbentuknya kanker.
5. Melasma
Melasma terbentuk akibat kelainan pigmentasi akibat paparan sinar UV dalam jangka panjang. Gangguannya ditandai dengan munculnya bercak coklat atau abu-abu di permukaan kulit. Masalah ini dapat membaik seiring dengan waktu.
6. Keratosis aktinik
Keratosis aktinik atau solar keratosis adalah pertumbuhan prakanker yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Gangguan ini perlu mendapatkan pemantauan dan penanganan yang tepat.
Bercak yang muncul pada kulit juga bervariasi, mulai dari titik kecil hingga berukuran satu inci atau lebih. Warnanya juga akan berbeda, berkisar dari terang hingga gelap. Teksturnya keras seperti kulit dan terasa gatal.
7. Solar elastosis
Solar elastosis atau elastosis aktinik adalah risiko yang terjadi akibat pecahnya jaringan ikat kulit (kolagen dan serat elastin). Jaringan itu terletak di dermis (lapisan tengah kulit). Fungsinya adalah mendukung kekuatan dan fleksibilitas kulit.
Tanda umum dari solar elastosis adalah penebalan kulit. Selain itu, kulit menjadi kendur, kerutan dalam, dan lipatan vertikal. Kondisi ini merupakan akumulasi dari paparan sinar UV jangka panjang dan berlebihan.
Lantas, bagaimana cara melindungi kulit dari paparan suhu panas ekstrem dan sinar UV? Berikut beberapa tipsnya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.