Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tutut, Jajanan yang Dibeli Menteri PUPR Basuki Saat Peresmian TOL Bocimi

Kiki Oktaliani , Jurnalis-Rabu, 09 Agustus 2023 |16:30 WIB
Mengenal Tutut, Jajanan yang Dibeli Menteri PUPR Basuki Saat Peresmian TOL Bocimi
Menteri PUPR jajan tutut, (Foto: Antaranews)
A
A
A

TUTUT atau keong sawah, baru-baru ini menarik perhatian publik setelah ramai video yang memperlihatkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sempat jajan tutut.

Dalam video yang ramai beredar di linimasa TikTok tersebut, memperlihatkan Menteri Basuki, yang sempat jajan tutut di Pasar Parungkuda yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Gerbang Tol Parungkuda, dekat dengan Jalan Tol Bocimi Seksi II ketika di acara peresmian TOL Bacimi mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Tutut atau keong sawah sendiri punya nama Latin yakni Pila Ampullacea, sejenis siput air yang kerap dijumpai di perairan tawar Asia Tropis, seperti di aliran parit, sawah, atau danau. Namanya pun bermacam-macam di setiap daerah, bisa disebut keong gondang, siput air, kakul, dudut, atau sisok. Bentuknya menyerupai keong emas, tapi tutut memiliki warna cangkang hijau pekat sampai hitam.

(Foto: Dok Okezone) 

Keong sawah ini bisa punya tinggi cangkang sampai 40 mm dengan diameter 15 hingga 25 mm, dengan bentuk seperti kerucut membulat dengan warna hijau-kecoklatan atau kuning kehijauan. Lalu puncak cangkang agak runcing, bagian tepi cangkang menyiku tumpul pada keong yang masih muda. Berat daging satu ekor keong sawah dewasa dapat mencapai 4 sampai 5 gram.

 BACA JUGA:

Dikutip dari Positive Deviance Resource Centre, keong sawah alias tutut ini mengandung kandungan protein 12 persen , kalsium 217 miligram, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah, dan sisanya mengandung energi, protein, kalsium, karbohidrat, dan phosfor.

Tutut disebut punyaa kandungan vitamin yang cukup tinggi, seperti vitamin A, E, niacin dan folat. Selain itu juga mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya.

Sebagian orang mungkin masih cukup awam untuk mengolah tutut. Dalam proses memasaknya pun mamang tak boleh sembarang. Pengolahan tutut yang tidak tepat, bisa menyebabkan keracunan setelah mengonsumsinya. Jadi pastikan untuk mengonsumsinya jika benar-benar sudah diolah dengan tepat. Demikian sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (9/8/2023) 

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement