Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hampir 170 Orang Meninggal di India Akibat Gelombang Panas, Sopir Mobil Jenazah: Tidak Bisa Istirahat!

Kevi Laras , Jurnalis-Selasa, 20 Juni 2023 |12:09 WIB
Hampir 170 Orang Meninggal di India Akibat Gelombang Panas, Sopir Mobil Jenazah: Tidak Bisa Istirahat!
Gelombang panas (Foto: WKBN)
A
A
A

KINI gelombang panas menghantam berbagai negara termasuk India menyebabkan banyak orang terdampak. Diketahui hampir 170 korban meninggal dunia di sana.

Menurut laporan berita lokal dan pejabat kesehatan pada negara bagian utara Uttar Pradesh sebanyak 119 orang meninggal, karena penyakit terkait panas tinggi selama beberapa hari terakhir. Sementara negara bagian Bihar yang bertetangga, melaporkan 47 kematian.

 meninggal akibat gelombang panas

Kondisi para tenaga kesehatan atau medis sangat sibuk. Bahkan seoraang sopir mobil jenazah tak punya waktu istirahat.

"Begitu banyak orang sekarat karena kepanasan sehingga kami tidak punya waktu semenit pun untuk beristirahat. Pada hari Minggu, saya membawa 26 jenazah,” kata Jitendra Kumar Yadav, seorang pengemudi mobil jenazah di kota Deoria, dilansir dari ABC4, Selasa (20/6/2023).

Menteri Kesehatan Negara Bagian, Brajesh Pathak mengatakan, sudah mengirim tim yang akan menyelidiki apa penyebab banyaknya kematian. Apakah para korban benar-benar terdampak langsung dengan paparan panas.

Sementara wilayah utara India terkenal dengan panas terik selama bulan-bulan musim panas, yang mana suhunya konsisten di atas normal, menurut Departemen Meteorologi India. Dengan suhu tertinggi mencapai 43,5 derajat Celcius (110 derajat Fahrenheit).

Gelombang panas dinyatakan di India jika suhu setidaknya 4,5 C di atas normal, atau jika suhu di atas 45 C (113 F). Kondisi ini sudah pernah disampaikan oleh ilmuwan.

"Kami telah mengeluarkan peringatan gelombang panas selama beberapa hari terakhir,” kata Atul Kumar Singh, seorang ilmuwan di IMD

 BACA JUGA:

Kondisi ini dikatakan semakin parah karena adanya pemadaman listrik, yang konsisten di seluruh wilayah, membuat orang tidak memiliki aliran air, kipas angin, atau AC.

 BACA JUGA:

Kondisi Rumah Sakit di sana, dijelaskan Dr. Aditya Singh, seorang petugas medis darurat, kondisi rumah sakit di distrik Ballia sangat kacau. Situasinya begitu genting mirip pada awal pandemi Covid-19. Pasien sangat membutuhkan perawatan namun terlalu banyak orang yang sakit.

Bahkan kondisi, di koridor rumah sakit berbau pesing, bau sampah, dan bau limbah medis.

"Semua staf kami telah berada di sini selama tiga hari berturut-turut dan kami terlalu banyak bekerja,” kata Dr. Singh.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement