SAAT ini makin banyak anak muda yang menjalin hubungan dengan bebas. Bahkan banyak sekali sebutannya, dari Friend with Benefit (FWB) hingga Sleepover date. Intinya hubungan yang sudah melakukan hubungan intim sebelum menikah.
Perilaku pergaulan bebas ini makin banyak dipraktikan anak muda. Mereka sebenarnya meningkatkan risiko penyakit seksual menular, karena gonta-ganti pasangan intim.
Nah, hubungan intim sebelum menikah ini, tak hanya berbahaya bagi kesehatan organ intim. Namun juga berbahaya bagi kesehatan mental para pelakunya.
Jangan di-skip, tapi dibaca sampai habis supaya Anda dapat mencegah keputusan untuk FWB atau Sleeover date jika diajak oleh teman sendiri.
Bahaya berhubungan intim sebelum menikah?
Bahayanya antara lain meningkatkan risiko seseorang memiliki penyakit menular seksual (PMS). Sebab pasangan intim belum tentu setia. Terlebih, banyak perilaku pergaulan bebas yang tidak menggunakan kondom, ini yang membuat prevalensi kasus HIV meningkat di kalangan dewasa muda.
"Individu yang secara aktif melakukan seks bebas harus berbicara dengan dokternya untuk mencegah PMS," saran laman kesehatan Medical News Today, dikutip MNC Portal.
Menurut salah satu studi, penyakit menular seksual yang paling banyak terjadi pada mereka yang aktif seks bebas adalah infeksi gonokokal. Penyakit ini ditandai dengan keluarnya cairan dari alat kelamin.
Selain itu, penyakit menular seksual lainnya yang bisa diidap pelaku pergaulan bebas, termasuk mereka yang menerapkan FWB, adalah herpes genital, sifilis, chancroid, LGV, dan granuloma inguinale. Nah, apalagi belum lama ini Indonesia kena wabah sifilis, sampai orang kehabisan obat, ini sungguh memprihatinkan.
Pada taraf yang lebih serius, pelaku pergaulan bebas seperti FWB mungkin saja berpotensi mengembangkan gangguan hiperseksual. Kalau sudah begini, risiko masalah kesehatan akan menjadi lebih luas lagi.
Ya, seseorang yang sudah terdiagnosis mengalami gangguan hiperseksual kemungkinan terlibat dalam tindakan berbahaya dan ilegal, seperti pemerkosaan, inses, atau menjadi pelacur baik pria ataupun wanita.
BACA JUGA:
"Fakta dalam satu studi menunjukkan bahwa sejumlah subjek yang mengalami gangguan hiperseksual seperempatnya terkena PMS, 17% dipecat dari tempat kerjanya, dan 40% kehilangan hubungan serius dengan pasangan aslinya," terang studi yang dilaporkan laman Smart Couples yang dikelola University of Florida.
BACA JUGA:
Bahaya pergaulan bebas bagi kesehatan mental
Pergaulan bebas seperti yang dilakukan pelaku FWB pun memiliki bahaya bagi kesehatan mental. Terlebih, jika perilaku tersebut dilakukan dengan alasan menghindari keterikatan dalam satu hubungan.
Apalagi seks bebas juga bisa menyebabkan masalah kesehatan mental jika dilakukan dengan alasan ingin balas dendam karena pengalaman masa lalu. Ini bukan hanya menyakiti diri Anda sendiri, tapi juga pasangan seks.
Dijelaskan di laman Very Well, wanita sangat sulit untuk tidak 'baper' ketika sisi emosionalnya 'kena' akibat perilaku FWB. Karena hal itu, perempuan yang melakukan FWB lebih rentan memiliki perasaan dimanfaatkan, rendah diri, tertekan, menyesal, atau bahkan malu setelah melakukan seks bebas dengan FWB-nya.
"Mudah bagi sebagian orang untuk mengatakan, 'itu kan cuma seks'. Tapi, bagi sebagian orang, tindakan seks bukan sebatas pemenuhan hasrat seksual, tetapi ada nilai emosional dan nilai diri di dalamnya," terang laporan tersebut.
FWB juga memicu ketimpangan emosional di antara kedua individu tersebut. Ini terjadi ketika satu orang menginginkan hubungan yang lebih intim, sedangkan satu pihak tetap di 'ruang' casual sex.
Jika ini terjadi, besar kemungkinan individu yang merasa tidak dihargai atas tindakan seks-nya mengalami stres, kecemasan, hingga depresi.
So, itu dia bahaya pergaulan bebas bagi kesehatan organ intim dan mental. Ada risiko besar dari tindakan FWB, pikir matang-matang untuk menyetujui hal tersebut.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.