KEPALA bayi putus saat lahir jadi salah satu topik hangat di media sosial sekarang. Banyak orang bertanya-tanya, apa alasan dokter mungkin saja melakukan tindakan tersebut. Benarkah bayi sungsang berisiko?
Menurut Dokter Spesialis Kandungan dan Ginekologi di Chris Chong Women and Urogynae Centre di Gleneagles Hospital Singapore, dr Christopher Chong, bayi prematur memang berisiko alami kelainan pada tulang leher.

"Bayi prematur berisiko tinggi alami cedera leher saat lahir. Ini karena leher bayi prematur rapuh seperti kapas atau agar-agar," jelas dr Chong, dikutip MNC Portal dari The Straits News.
Ia menegaskan, semakin prematur bayi dilahirkan, maka semakin kurang baik pembentukan sumsum tulang belakang dan jaringan di dekat leher mereka. Ini juga penyebab bayi prematur berisiko cedera leher saat dilahirkan.
Masalah lain yang mungkin membuat bayi lahir dengan leher tidak sempurna adalah wanita dengan panggul yang kecil, perempuan dengan trauma patah tulang atau kerusakan di tulang panggul.
Jika si ibu memiliki riwayat tersebut, proses persalinan normal berisiko sebabkan bayi tidak lahir dengan lancar.
"Risiko cedera meningkat ketika proses penarikan kepala bayi saat lahiran. Itu kenapa persalinan normal perlu dilakukan oleh tenaga ahli yang terlatih," jelasnya.
"Itu kenapa, saat penarikan kepala bayi keluar dari alat genital ibunya, perlu dilakukan hati-hati. Gerakan yang berlebihan bisa mematahkan tulang leher si bayi, bahkan bisa sampai putus," terang dr Chong.
Ia menegaskan bahwa penting yang namanya persalinan itu dilakukan oleh tenaga ahli. Pengalaman dan keahlian dokter itu penting dalam menangani kasus seperti ini.
BACA JUGA:
"Kalau di Singapura, melahirkan bayi prematur dipastikan dikerjakan oleh dokter senior," ungkapnya.
BACA JUGA:
Selain itu, ada juga risiko kepala bayi dipotong oleh tim dokter. Secara medis, itu terjadi kalau bayi sungsang dan ukuran kepala teramat besar.
"Hitungan besar atau tidaknya kepala bayi itu dilihat dari ukuran tulang panggul ibu. Kalau kepalanya susah keluar, maka dikatakan bayi itu punya kepala yang besar," jelas dr Han How Chuan, dokter kandungan dan ginekolog dari RS Mount Elizabeth Novena.
"Kepala bayi yang normal pun sebetulnya bisa tetap tersangkut jika kaki bayi muncul sebelum leher rahim si ibu benar-benar melebar," tambahnya.
Jadi, itu dia beberapa kemungkinan dokter akan melakukan tindakan pemotongan leher bayi saat lahir. Semoga informasi ini menambah wawasan Anda.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.