KAIN tenun khas Manggarai Barat siap unjuk gigi di gelaran akbar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN/ASEAN Summit yang akan diselenggarakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Salah satu kekayaan wastra Nusantara tersebut, direncanakan akan diberikan dan dipakai oleh 11 Kepala Negara dan Sekjen ASEAN. Saat ini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menyiapkan kemeja dari tenun khas Manggarai Barat tersebut.
Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua Dekranasda Provinsi NTT mengungkap pihaknya telah menyiapkan 12 pasang kain tenun untuk dijadikan kemeja.
"Saya sudah siapkan dan sudah kirim ke Istana Negara,” kata Julie, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (28/4/2023).
“Dari UMKM di Kecamatan Lembor dan Presiden sendiri yang memilih kepala negara mana pakai warna apa, itu beliau sendiri yang pilih," sambungnya.
Lanjut diketahui, motif mata manuk (mata ayam) yang ditenun oleh penenun dari Kecamatan Lembor lah yang menjadi motif highlight dari kain tenun Manggarai Barat kali ini.
(Foto: Dekranasda NTT)
Selanjutnya Dekranasda Provinsi NTT juga sudah menyiapkan selendang yang akan digunakan oleh pasangan dari para kepala negara atau Ibu Negara dalam Spouse Program.
Seperti kain tenun untuk kemeja para kepala negara dan Sekjen ASEAN yang dipilih Presiden Jokowi. Nantinya, mulai dari warna dan model selendang yang digunakan, akan dipilih langsung oleh Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.
Dalam persiapannya, ternyata Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi berpesan secara khusus material kain yang digunakan adalah kain bertekstur lembut dan sejuk. Mengingat cuaca di Labuan Bajo yang cenderung terik.
"Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, kain tenun yang akan digunakan nanti berbahan lembut dan tidak panas," tambah Julie.
(Foto: Dekranasda NTT)
Julie menyatakan, terpilihnya produk tenun khas NTT khususnya Manggarai Barat untuk dipakai oleh para kepala negara dan pasangan pada salah satu hari kegiatan penting di KTT ASEAN Summit merupakan suatu kebanggaan untuk masyarakat Manggarai Barat dan NTT secara keseluruhan.
Ia berharap, dengan dipakainya kain tenun khas Manggarai Barat kali ini, jadi ajang promosi optimal akan kekayaan intelektual tenun yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang patut mendapatkan apresiasi dari semua pihak.
"Kita harus bangga produk kita digunakan oleh para kepala negara ASEAN nanti," tutup Julie singkat.
(Rizky Pradita Ananda)