KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah menerima obat Covid-19 Paxlovid dari Pfizer sebanyak 24.096 obat dalam bentuk tablet.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa obat Paxlovid ada di Rumah Sakit, dan rencananya juga akan tersedia di berbagai apotek di seluruh Indonesia.
Obat Covid-19 Paxlovid ini merupakan hibah (pemberian) dari Pfizer untuk Indonesia.
Lalu apa saja efek samping paxlovid?
Kebanyakan orang yang meminum Paxlovid tidak mengalami efek samping serius. Beberapa efek samping yang sering dirasakan, biasanya ringan, meliputi: indera perasa yang terganggu, diare, naiknya tekanan darah, dan nyeri otot.
"Karena Paxlovid dibersihkan oleh ginjal, dosis yang disesuaikan mungkin dibutuhkan oleh pasien dengan penyakit ginjal sedang-parah," kata Dr Topal.
Apa boleh minum Paxlovid bersamaan dengan obat lain?
Ada banyak obat yang bisa diminum bersamaan dengan Paxlovid, dan pada kasus-kasus tertentu dokter tidak akan meresepkan obat ini karena kemungkinan komplikasi serius.
BACA JUGA:
Daftar obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan Paxlovid mencakup beberapa obat anti-penolakan organ yang dikonsumsi pasien transplantasi, serta obat-obatan yang lebih umum seperti yang digunakan untuk mengobati aritmia jantung.
BACA JUGA:
Paxlovid juga menurunkan metabolisme antikoagulan, atau pengencer darah, yang banyak diminum pasien lansia. Pasien juga disarankan menghentikan dulu minum obat penurun kolesterol saat terapi Paxlovid.
Ibu hamil atau menyusui disarankan untuk konsultasi lebih lanjut dengan dokter, menurut FDA, karena belum ada uji klinis khusus dengan populasi ini. Jika pasien dalam keadaan dapat hamil, disarankan menggunakan alat kontrasepsi atau pelindung yang efektif atau tidak melakukan kegiatan seksual saat minum Paxlovid.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.