Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suka Menyipitkan Mata? Waspada Salah Satu Gejala Rabun Jauh!

Diva Daniswara , Jurnalis-Kamis, 06 April 2023 |23:05 WIB
Suka Menyipitkan Mata? Waspada Salah Satu Gejala Rabun Jauh!
kenali gejala rabun jauh, (Foto: Freepik)
A
A
A

PAPARAN gawai dan alat-alat teknologi seperti ponsel pintar, komputer , laptop, tablet, televisi dan lain-lain sebagai penunjang aktivitas sehari-hari memang sudah tak terhindarkan.

Meski banyak memudahkan hidup, tapi di satu sisi juga datang dengan dampak buruk bagi kesehatan mata. Hal ini disebabkan oleh cahaya dari perangkat tersebut dapat membahayakan mata, salah satunya rabun jauh.

Dikutip dari Healthline, Kamis (6/4/2023) yang sudah ditinjau secara medis oleh Jenna Stoddard, OD, FAAO, rabun jauh atau bahasa medisnya disebut miopia merupakan masalah kesehatan mata yang paling sering dialami.

Rabun jauh ini, disebabkan oleh kelainan refraksi yang membuat benda jauh tampak buram atau kabur. Biasanya, orang dengan rabun jauh dapat melihat benda-benda dekat dengan jelas.

Kondisi ini juga sering disebut mata minus, penyebabnya adalah kelainan refraksi. Kelainan refraksi terjadi ketika mata tidak bisa memfokuskan cahaya dengan benar.

Tak hanya itu, jika seseorang menderita miopi, kemungkinan bola mata orang tersebut sedikit terlalu panjang atau kornea terlalu bulat. Perubahan struktural inilah yang disebutkan, menyebabkan mata jadi tak dapat fokus dengan benar.

Rabun jauh dapat berkembang secara cepat pada siapa pun, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Secara medis, ada enam faktor risiko yang membuat mata seseorang jadi rabun jauh.

Faktor risiko tersebut meliputi usia, yang menurut National Eye Institute bisa dimulai pada usia antara 6 dan 14 tahun dan terus memburuk hingga mencapai usia 20-an. Lalu ada penyakit diabetes, sering stress visual, punya riwayat keluarga alias genetik, kurang menghabiskan waktu di luar ruangan, dan terlalu banyak menghabiskan waktu terpapar pemakaian layar monitor.

Seseorang yang matanya sudah rabun jauh, biasanya merasakan beberapa gejala umum. Bukan hanya penglihatan jadi kabur saat melihat benda-benda yang jauh. Namun, ada juga beberapa gejala yang mungkin tidak semua orang merasakan seperti, mata terasa tegang (mata jadi sakit atau lelah), sampai harus menyipitkan mata untuk melihat benda-benda yang jauh, hingga sakit kepala.

Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan konsultasi dokter untuk mengetahui apakah benar terdiagnosa rabun jauh dan bagaimana penanganan lebih lanjutnya yang tepat.

Sayangnya, ketika rabun jauh ini sudah parah, menurut American Optometric Association (AOA), hanya ada terapi yang kemungkinan bisa membantu mengurangi perburukan kondisinya, seperti lensa bifocal, lensa kontak, dan terapi pembentukan kembali kornea.

Namun penting diingat, terapi-terapi tersebut perlu dikombinasikan bersama kebiasaan menjaga kesehatan mata yang disiplin dilakukan setiap waktu. Mulai dari membatasi penggunaan layar gawai, mengonsumsi makanan dengan vitamin A, dan rajin membersihkan mata.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement