Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Tradisi Unik Ramadhan di Arab Saudi, Meledakkan Meriam hingga Ngabuburit

Defa Al Fadly , Jurnalis-Kamis, 06 April 2023 |21:02 WIB
5 Tradisi Unik Ramadhan di Arab Saudi, Meledakkan Meriam hingga Ngabuburit
Kota Makkah, Arab Saudi. (Foto: SPA/Arab News)
A
A
A

NUANSA bulan suci Ramadhan sangat terasa di Arab Saudi. Masyarakat Saudi yang mayoritas Muslim taat begitu menganggungkan Ramadhan. Selain mengisi dengan berbagai ritual ibadah, mereka juga punya tradisi unik di bulan puasa.

Setiap Ramadhan, banyak jamaah dari seluruh dunia datang ke Arab Saudi. Sasarannya ada dua kota suci; Makkah dan Madinah. Selain umrah, banyak jamaah yang berlomba memperbanyak pahala ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terutama di 10 akhir Ramadhan.

Arab Saudi memiliki sederet tradisi menarik di bulan Ramadhan sebagai berikut.

 BACA JUGA:

1. Meriam Ramadhan

Membunyikan meriam sebagai penanda waktu berbuka puasa saat Ramadhan sudah mentradisi di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi. Namun, belakangan tradisi ini mulai hilang karena sudah ada handphone, radio, dan TV untuk memberi tahu waktu berbuka.

Meledakkan meriam saat waktu buka puasa awalnya ada di Mesir, kemudian tradisi ini menyebar ke negara-negara sekitarnya.

 Ilustrasi

Menurut sejarah awalnya tradisi ini terjadi karena ketidak sengajaan. Mulanya adalah saat Sultan Mamluk Khosh Qadam menguji meriam baru miliknya. Kebetulan saat itu merupakan hari pertama Ramadan dan meriam ditembakkan saat waktu magrib tiba. Hal ini menjadi kesalahpahaman, masyarakat mengira tembakan tersebut sebagai tanda berbuka puasa.

 BACA JUGA:

Namun pada akhirnya pemerintah Arab Saudi saat itu menetapkan bahwa pengunaan meriam dilakukan sebagai tanda buka puasa, sahur dan imsak, serta hari-hari libur resmi.

2. Begadang sampai Sahur

Saat bulan Ramadan, masyarakat Arab Saudi banyak yang tidak tidur setelah shalat tarawih. Aktivitas malam hari diisi antara lain dengan beribadah, atau berkumpul di halaman rumah, pinggir jalan, nongkrong di taman kota.

Jadi suasana malam Ramadhan sangat hidup terlebih toko-toko dan pusat perbelanjaan buka hingga menjelang sahur.

 

Saat Ramadhan, biasanya warga Arab Saudi memilih tidur setelah subuh.

 BACA JUGA:

3. Ngabuburit

Sama halnya di Indonesia, Arab Saudi juga memiliki tradisi ngabuburit untuk menunggu waktu berbuka puasa. Kegiatan yang dilakukan oleh warga Arab Saudi seperti jalan-jalan mengelilingi kota, membeli makanan untuk buka puasa, hingga mencari takjil gratis.

Biasanya ketika menjelang waktu berbuka banyak pedagang takjil yang berjualan secara dadakan. Selain itu ada banyak tempat yang menyediakan buka puasa gratis.

4. Gargee’an

Gargee’an menjadi sebuah tradisi yang dilakukan pada malam ke 13,14,15 Ramadan. Biasanya tradisi ini dilakukan oleh anak-anak yang mengenakan pakaian tradisional sambil menyanyikan lagu tradisional Arab Saudi.

Mereka berkeliling untuk berkunjung ke setiap rumah yang dilewatinya. Ketika anak-anak tersebut mengetuk pintu rumah, maka sang pemilik rumah harus memberikan permen atau makanan manis lainnya.

5. Hidangan saat Ramadhan

Arab Saudi memiliki hidangan ciri khas ketika bukan Ramadan. Seperti Kunafa, Logaimat, Hanini, Jarish, Saloona, dan lain-lain. Makanan ini dihidangan dari berbagai macam daerah di Arab Saudi.

 Ilustrasi

Makanan Hanini menjadi hidangan khas wilayah tengah Arab Saudi. Makanan ini dibuat seperti bubur yang berbahan dasar kurma, tepung terigu, gula, dan ghee. Ada juga Jarish, sebuah makanan gurih yang terbuat dari gandum.

Kemudian makanan Saloona menjadi ciri khas di wilayah timur. Makanan ini seperti sup daging yang berisi sayuran. Biasanya dihidangkan untuk berbuka puasa.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement