AHLI Epidemiologi Universitas Indonesia dr Pandu Riono mengatakan, isu terkait larangan buka bersama (bukber) untuk masyarakat tidak ada. Apa yang disampaikan Presiden Jokowi untuk mereka pegawai negeri atau aparatur sipil negara (ASN).
Larangan tersebut menurutnya, agar ASN lebih bisa menerapkan gaya hidup hemat atau sederhana. "Jadi kaitannya mungkin sebenarnya tidak ada dengan pandemi. Kaitannya mungkin dengan hidup sederhana tidak boleh berlebihan," ujar dr Pandu kepada MNC Portal.

Menurutnya masyarakat boleh melakukan bukber karena kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah dicabut. Sehingga tak ada lagi larangan berkegiatan, seperti bukber.
Ia pun mengimbau masyarakat agar saat bukber tetap tidak berlebihan. Menurutnya puasa Ramadhan mengajarkan bagaimana hidup tidak berlebihan.
BACA JUGA:
"Karena semenjak dicabutnya PPKM tidak ada larangan sama sekali, larangan kumpul-kumpul tuh tidak ada," jelasnya.
BACA JUGA:
"Kalau mau buka bersama ya silakan tapi jangan berlebihan saja bulan puasa karena semangat berpuasa itu kan dilarang untuk berlebihan. Agar supaya tidak berlebihan, kan kaitannya dengan harta ataupun makan di restoran seperti itu," sambung dr Pandu.
Hal senada juga disampaikan oleh kepala biro komunikasi dan pelayanan publik kementerian kesehatan, dr. siti nadia tarmizi, M.Epid bahwa masyarakat boleh bukber.
"Masyarakat tidak ada larangan kan PPKM sudah dicabut," jelas dr Nadia dalam keterangannya diterima MNC Portal.
"Ini himbauan dari surat sekretariat kabinet untuk ASN tidak melakukan buka bersama, lebih baik untuk kita bisa berbagi ditengah situasi ekonomi (saat ini efek Covid-19). Dan setahu kita saat pandemi tidak mudik maka sebaiknya saat mudik kita bisa lebih banyak berbagi dengan sanak saudara," kata dr Nadia.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.