Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Remaja 19 Tahun Didiagnosa Idap Alzheimer, sampai Harus Berhenti Sekolah!

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 06 Maret 2023 |09:00 WIB
Remaja 19 Tahun Didiagnosa Idap Alzheimer, sampai Harus Berhenti Sekolah!
pemuda 19 tahun mengidap Alzheimer, (Foto: Times of India)
A
A
A

PENYAKIT Alzheimer selama ini identik dengan penyakit orang lanjut usia, karena memang faktor risiko utama dari penyakit Alzheimer itu sendiri adalah usia yang semakin bertambah tua.

Namun tidak dengan kasus yang dialami pemuda dari China yang baru berusia 19 tahun ini. Ya, di usianya yang masih begitu muda, seperti dilapor Times of India, Senin (6/3/2023) remaja pria yang tak disebutkan namanya tersebut telah didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer.

Lanjut diketahui, pemuda tersebut sudah mulai bermasalah ingatannya sejak usia 17 tahun dan jika memang diagnosanya tepat, maka ia akan menjadi orang termuda yang tercatat mengidap penyakit tersebut.

Kasus unik penyakit Alzheimer ini sendiri telah dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer's Disease, setelah melakukan serangkaian tes oleh para peneliti di Capital Medical University di Beijing.

Penyakit Alzheimer sang remaja dimulai di usia 17 tahun, ketika ia mulai mengalami masalah dalam berkonsentrasi dengan pelajaran sekolahnya. Setahun berikutnya, pemuda tersebut mulai kehilangan ingatan jangka pendeknya, contohnya lupa apakah ia sudah makan atau apakah sudah mengerjakan tugas PR sekolahnya atau belum. 

Kondisi kehilangan ingatan ini berkembang menjadi parah dan akhirnya membuat remaja pria malang itu harus putus sekolah di tahun terakhirnya.

Menariknya, hasil pemindaian otak dari remaja ini menunjukkan sesuatu yang berbeda dari kasus penyakit Alzheimer biasa. Pasalnya, biasanya pada orang dengan Alzheimer, ditemukan beta-amyloid (protein) dalam jumlah besar di luar neuron dan tangles ditemukan di dalam akson (proyeksi panjang neuron). Namun, pada kasus remaja ini, hasil scan tidak menunjukkan ciri-ciri seperti itu di otak anak tersebut.

Para peneliti justru mendapati ada tingkat protein yang sangat tinggi (p-tau181) dalam cairan serebrospinal pasien. Selain itu, diketahui pula hippocampus (bagian dari otak yang terlibat dalam ingatan) miliknya sudah menyusut. Penyusutan ini sendiri adalah tanda awal yang umum dari demensia.

Bukan hanya tak ditemukannya ciri-ciri umum di otak pada pasien Alzheimer, di kasus si remaja satu ini juga tidak ditemukan adanya penyebab genetik. Disebutkan lebih lanjut, remaja 19 tahun itu tidak mempunyai anggota keluarga dengan riwayat penyakit Alzheimer atau demensia.

Kasus penyakit ini semakin menjadi misteri medis, karena selain tak ada penyebab genetik, remaja itu juga dikatakan tidak bisa didiagnosis dengan penyakit lain, infeksi atau trauma kepala yang mungkin dapat menjadi faktor pendukung yang bisa menjelaskan penyebab kondisinya tersebut. Tak ayal, semua faktor ini membuat kasus remaja Alzheimer di China ini jadi kasus yang sangat langka.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement