JENAMA lokal Indonesia memang semakin banyak yang diakui dunia. Bahkan, tidak jarang jenama Indonesia berpartisipasi di ajang fashion show ternama seperti Paris Fashion Week ataupun New York Fashion Week.
Salah satunya adalah pioneer brand modest fashion Indonesia, Kami, yang berhasil tampil di New York Fashion Week 2024. Di event tersebut, brand ini menghadirkan koleksi bernama Charaka yang terinspirasi dari kekayaan lokal, yaitu Kain Tapis Lampung.
"Pemilihan Kain Tapis Lampung pada koleki ini karena kita selalu ingin membawa budaya Indonesia ke dalam koleksi Kami. Kita juga melihat kain ini memiliki motif yang simple jadi bisa disadur ke motif modern dan bisa dipakai sehari-hari," ujar CEO Director of Kami, Istafiana Candarini dalam konferensi pers Documentary New York Fashion Wanderlust Movie, di Jakarta, Sabtu (18/2/2023).

Wanita yang akrab disapa Irin menambahkan, Kain Tapis sendiri disakralkan karena berhubungan dengan kehidupan, baik lingkungan maupun sang pencipta alam semesta.
"Jadi sebenarnya kita lebih mengambil inspirasi dari motif Kain Tapis Lampung sebagai literal Charaka atau perjalanan. Di motif itu menyerupai anak tangga yang menggambarkan 14 tahun perjalanan Kami," jelasnya.
Irin menambahkan, di event bergengsi tersebut pihaknya menghadirkan 10 koleksi dengan kombinasi ciri khas brand miliknya dengan New York Style yang edgy.
"Sesuai dengan tema Autumn/Winter Collection, kita fokus membuat styling yang banyak layer sehingga kesan chic dan modest masih bisa didapatkan dari koleksi ini. Kita juga menggunakan bahan-bahan pilihan, seperti knit, corduroy, quilted, woven, velvet, denim, tweet, dan organza," tuturnya.
Sementara itu, Creative Director of Kami, Nadya Karina menjelaskan proses produksi koleksi ini menghabiskan waktu selama 4 bulan. Hal itu tentu bukan hal yang mudah karena pihaknya melewati berbagai tantangan.
"Waktu nyiapin koleksi ini kita masih jalan sendiri, terus kita ketemu fashion stylist yang expert terus menurut dia masih kurang dari segi pemilihan bahan, kurang variatif, kurang heavy. Kalau di negara tropis pasti kan pilih bahan yang flowy dan seadem mungkin, tapi karena lagi Fall Winter ini kan beda," jelasnya Karin.
Karin mengaku senang brand fashion miliknya bisa bertandang ke New York Fashion Week. Namun hal itu juga jadi tantang untuk pihaknya agar kedepannya bisa lebih konsisten untuk berkarya.
"Ya jadi PR juga buat Kami. Gimana kedepannya lebih konsisten menghadirkan koleksi dan bisa diterima oleh pasar internasional," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.