Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Alasan Kenapa Mie Soba Disajikan Dingin, Cocok untuk Menu Liburan Nataru!

Kiki Oktaliani , Jurnalis-Minggu, 25 Desember 2022 |13:00 WIB
Ini Alasan Kenapa Mie Soba Disajikan Dingin, Cocok untuk Menu Liburan Nataru!
Alasan Mie Soba disajikan dingin. (foto: Unsplash)
A
A
A

BAGIAN Anda penikmat kuliner Jepang, tentunya sudah tak asing lagi dengan makanan satu ini, Mie Soba. Berbahan dasar dari tepung gandum, mie ini sangat populer dan banyak ditemui di segala penjuru restoran yang ada di Jepang, terutama di kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan kota-kota lainnya.

Mie di Indonesia pada umumnya disajikan dan dinikmati pada saat masih hangat sebut saja seperti mie ayam, mie kwetiau, mie Aceh, dan berbagai jenis mie lainnya, namun berbeda dengan mie Soba yang disajikan dengan kuahnya, tsuyu-nya yang dingin.

mie soba

Bukan tanpa alasan, menurut Soba Master Kashikura hal ini dikarenakan di Jepang hasil panen tepung soba atau tepung gandum baru bisa diambil saat musim gugur yaitu dalam rentan bulan September hingga November.

Apabila tepung gandum yang dihasilkan bagus, mulai dari aroma dan rasanya, dengan Soba yang dingin akan lebih cocok untuk menikmati aroma dan enaknya rasa Soba yang baru. Terlepas dari hal tersebut, cara atau style masyarakat jepang ketika menikmati soba ini bermacam-macam, ada pula yang menyukai soba hangat dengan campuran kuah sup atau bisa dinikmati dengan telur.

Sedangkan pada umumnya, orang-orang Jepang makan Soba yang disajikan dengan tempura, daun bawang, dan rumput laut, atau topping tambahan seperti kerang oyster.

Ada alasan tertentu mengapa orang Jepang tetap mempertahankan mengkonsumsi makan Soba hingga saat ini dikarenakan yang pertama adalah kandungan gizi yang tinggi terkandung di dalam mie Soba, jika dibandingkan dengan jenis mie pada umumnya yang menggunakan tepung terigu.

Hal yang kedua adalah ketahanan tepung gandum terhadap perubahan iklim yang ekstrim sekalipun seperti musim dingin. Dimana pada abad ke-8 orang-orang di Jepang mulai menanam gandum atau Soba.

Kemudian pada zaman Edo kurang lebih 200-300 tahun yang lalu orang Jepang sudah mengetahui bahwa Soba sangat kuat terhadap perubahan iklim, dan kemudian mempertahankan kedua karakter tersebut sebagai alasan untuk mengkonsumsi mie Soba hingga saat ini.

(Vivin Lizetha)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement