PENYAKIT satu ini dapat menginfeksi seseorang melalui saluran udara, yaitu Respiratory Syncytial Virus (RSV). Para orang tua harus tahu, sebab penyakit ini sangat menular dan bisa menjadi serius pada anak kecil khususnya bayi di bawah 1 tahun.
Penyakit ini dapat menyebabkan bronkiolitis, radang saluran udara bagian bawah, dan pneumonia, infeksi paru-paru. Sebagian besar anak akan terkena infeksi RSV pada saat mereka berusia 2 tahun, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

RSV menular dan dapat disebarkan melalui bersin atau batuk, atau melalui bahan yang terkontaminasi yang menyentuh mulut atau mata.
RSV dapat hidup selama beberapa jam di permukaan yang keras seperti meja dan boks bayi. Virus ini biasanya hidup untuk waktu yang lebih singkat pada permukaan yang lembut seperti tangan dan selimut.
Mereka yang berusia di bawah 1 tahun, berisiko mengalami gejala RSV yang parah. Hal ini dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan bawah mereka.
Anak-anak cenderung mengalami gejala tidak hanya di hidung dan mulut, tetapi juga di paru-paru, di mana RSV dapat menyebabkan infeksi. Inilah yang dapat menyebabkan mengi, atau pneumonia atau bronkiolitis. Sekitar 1 persen dari semua anak dengan infeksi RSV dirawat di rumah sakit karena RSV.
Orang dewasa jug bisa terkena RSV, tetapi gejalanya lebih seperti flu dengan batuk, bersin, dan pilek selama beberapa hari. Orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi medis kronis dapat memiliki gejala RSV yang lebih parah.
Antibiotik dan antivirus tidak bekerja dalam memerangi RSV. Perawatan medis untuk RSV adalah untuk membantu meringankan gejala. Artinya, dokter bekerja untuk memastikan pasien mendapatkan cukup oksigen dan cairan agar tidak mengalami dehidrasi. Tergantung pada tingkat keparahannya, terapi yang mungkin termasuk intravena (IV) cairan untuk mencegah dehidrasi atau oksigen tambahan.
(Vivin Lizetha)