BELAKANGAN ini beredar informasi terkait sejumlah penyakit seksual yang disebut-sebut bisa menular melalui penggunaan toilet umum. Salah satunya human papillomavirus (HPV), yakni virus penyebab kanker serviks.
HPV sendiri merupakan virus yang menyebabkan kutil kelamin dan kanker, yang penyebarannya bisa terjadi lewat aktivitas seks. HPV dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita.

HPV sering dialami oleh remaja dan orang dewasa muda yang aktif berhubungan intim, yaitu pada pria berumur 20-24 tahun dan wanita berumur 16-19 tahun.
Penyebaran HPV tak hanya bisa terjadi lewat aktivitas seks, namun juga terdapat beberapa faktor risiko infeksi. Mulai dari berbagi barang pribadi, seperti handuk, sapu tangan, atau kaus kaki, sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pada pengidap HIV atau AIDS atau menjalani kemoterapi, tidak menjaga kebersihan dengan baik salah satunya kebersihan toilet atau sanitasi.
Virus HPV hidup dalam sel permukaan kulit yang masuk melalui luka di kulit. Penyebaran infeksi HPV dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kulit penderita.
Sebagian besar virus HPV menimbulkan kutil di kulit, sedangkan sebagian lainnya dapat memasuki tubuh melalui hubungan seksual. Ibu hamil juga bisa menularkan virus ini pada bayinya saat persalinan.
Infeksi virus HPV umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, virus ini dapat bertahan hingga menimbulkan gejala berupa tumbuhnya kutil di permukaan kulit, seperti di lengan, tungkai, wajah, dan kelamin.
Meski ada banyak cara penularan HPV, dikutip dari berbagai sumber, hanya ada kemungkinan kecil virus itu dapat berpindah melalui dudukan toilet. Walaupun masih ada kemungkinan, terutama jika pengidap kanker serviks akibat HPV menempati dudukan toilet. Sementara, terdapat luka di area sekitar bokong ataupun paha orang lain yang menggunakannya.
Melansir FemHealth, kasus penularan HPV melalui benda mati seperti toilet duduk, gagang pintu, maupun pakaian memang sangat jarang terjadi.
Penularan HPV penyebab kanker serviks biasanya terjadi melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi. Umumnya infeksi disebabkan oleh HPV 16 dan 18.
Meski penggunaan toilet duduk belum tentu menjadi faktor risiko kanker serviks, Anda tetap harus berhati-hati ketika memakainya. Bila perlu, gunakan cairan pembersih dudukan toilet sebelum menggunakannya agar terhindar dari patogen.
(Vivin Lizetha)