Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tahun 2023, Kematian akibat Covid-19 di China Diprediksi Bakal 1 Juta Lebih?

Pradita Ananda , Jurnalis-Selasa, 20 Desember 2022 |07:00 WIB
Tahun 2023, Kematian akibat Covid-19 di China Diprediksi Bakal 1 Juta Lebih?
Pandemi Covid-19 di China, (Foto: Reuters)
A
A
A

SETELAH menuai protes besar-besaran dari masyarakatnya, China pada Desember 2022 akhirnya melonggarkan aturan lockdown terkait Covid-19.

Namun saat ini, China diketahui tengah mengalami lonjakan infeksi, dengan ditambah kecemasan semakin melonjaknya kasus selama liburan Tahun Baru Imlek pada Januari 2023.

Murray dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), pusat penelitian kesehatan global independen di University of Washington menilai kebijakan zero Covid China mungkin efektif untuk mencegah varian Covid-19 sebelumnya, tapi tidak dengan Omicron.

“Tetapi penularan varian Omicron yang tinggi, membuat target kebijakan untuk zero Covid-19 ini tak lagi relevan, tak bisa dipertahankan,” ujar Murray.

IMHE sendiri baru-baru ini mengambil data dan informasi Provinsi dari wabah Omicron di Hong Kong, untuk melihat kondisi pandemi di China.

“China sejak wabah Wuhan yang asli hampir tidak melaporkan kematian. Itulah mengapa kami melihat (data) di Hong Kong untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat kematian akibat infeksi,” kata Murray lagi.

Untuk perkiraannya, IHME juga menggunakan informasi tentang tingkat vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah China, dan ditambah dengan asumsi tentang bagaimana berbagai Provinsi di China akan merespons ketika tingkat kasus infeksi meningkat.

Pakar lain memperkirakan sekitar 60 persen populasi penduduk China pada akhirnya akan terinfeksi, dengan puncaknya diperkirakan pada bulan Januari dan yang paling parah menyerang populasi yang rentan, seperti orang tua dan orang dengana penyakit penyerta (komorbid).

Kekhawatiran utama ini, termasuk banyaknya kelompok masyarakat rentan di China, vaksin yang kurang efektif, dan cakupan vaksinasi lansia yang masih rendah.

Melansir Reuters, Selasa (20/12/2022) dituliskan dalam makalah yang dirilis di di server pracetak Medrxiv yang belum menjalani ulasan rekan sejawat, disease modelers di Universitas Hong Kong memprediksi dengan pencabutan aturan ketat atau pelonggaran lockdown Covid-19 dan pembukaan kembali semua Provinsi secara bersamaan pada Desember 2022 hingga Januari 2023, bakal mengakibatkan  684 kematian per juta orang selama jangka waktu tersebut.

BACA JUGA:Kepala Aliansi Vaksin Global GAVI: Terlalu Dini Sebut Darurat Covid-19 Sudah Berakhir

Sementara menurut studi lain yang diterbitkan Juli 2022 di Nature Medicine oleh para peneliti di School of Public Health di Universitas Fudan, Shanghai memprediksikan gelombang Omicron tanpa adanya pembatasan ketata akan mengakibatkan sekitar 1,55 juta angka kematian selama periode enam bulan, dan permintaan untuk perawatan di unit perawatan intensif akan 15,6 kali lebih tinggi dari kapasitas yang ada.

Yanzhong Huang, rekan senior untuk kesehatan global di Dewan Hubungan Luar Negeri, mengatakan ada sekitar 164 juta orang di China yang sakit diabetes ditambah dengan 8 juta orang berusia 80 tahun ke atas yang belum pernah divaksinasi.

Saat ini pemerintah, sebagaimana dilaporkan Komisi Kesehatan Nasional China pada 16 Desember lalu, tengah menggenjot cakupan vaksinasi dan menyetok ventilator serta obat-obatan krusial. 

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement