GANGGUAN mental merupakan salah satu isu kesehatan yang banyak jadi perhatian saat ini. Setiap kali ada berita tentang orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri atau bundir, maka depresi, sampai ‘gila’ jadi isu yang kental di kalangan masyarakat awam saat mengetahui seseorang memutuskan untuk menyudahi hidupnya sendiri.
Meski hubungan antara masalah gangguan mental dengan bunuh diri memang tak bisa dilepaskan. Namun, menurut Sandersan Onie, Ahli Kesehatan Mental dan Pencegahan Bunuh Diri dari Black Dog Institute Australia, nyatanya tidak selalu individu yang melakukan tindak bunuh diri pasti punya gangguan mental.

"Tidak semua orang yang bunuh diri itu punya gangguan mental,” ujar Sandersan.
“Enggak berarti seseorang alami depresi, lalu dia bunuh diri. Enggak begitu,” tegasnya.
Merujuk pada penjelasan Sandersan, pada kenyataannya banyak upaya bunuh diri yang tidak ada diagnosis dengan gangguan mental. Inilah kenapa, tindakan bunuh diri atau suicide atau bunuh diri tidak masuk ke dalam kategori mental health (kesehatan mental), melainkan public health.
BACA JUGA:Ini 4 Tips Mencegah Depresi, Mudah Diterapkan Lho!
Namun memang, tak bisa dipungkiri pada beberapa kasus orang dengan gangguan mental seperti mulai dari depresi, anxiety, atau skizofrenia rentan dengan tindakan menghabisi nyawanya sendiri.
Oleh karena itu, peran orang-orang di sekeliling individu tersebut sangatlah penting. Sebab, kesendirian atau perasaan merasa sendiri bisa meningkatkan pikiran untuk mengambil tindakan tersebut.
"Karena itu, peran teman untuk membantu mencegah bunuh diri itu besar," terangnya.
Sandy, sapaan akrabnya, menegaskan peran orang lain atau diri kita sebagai teman dari seseorang yang memiliki gangguan mental itu sangat krusial. Tidak perlu langkah besar, langkah apa pun dan sekecil apa pun bisa berdampak.
"Dengan meningkatkan kesadaran dan keterampilan tentang kesehatan mental, itu bisa meminimalisir percobaan bunuh diri. Kita sebagai teman, perlu merasa punya tanggung jawab untuk lebih peduli akan kesehatan mental," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)