Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Singgung Soal Pemimpin Rambut Putih, Cek 5 Faktor Pemicu White Hair

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 28 November 2022 |15:30 WIB
Jokowi Singgung Soal Pemimpin Rambut Putih, Cek 5 Faktor Pemicu <i>White Hair</i>
Presiden Jokowi, (Foto: MPI/ Bactiar Rojab)
A
A
A

TAMPILAN rambut putih tengah ramai jadi buah bibir, sehubungan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini.

Orang nomor satu di Indonesia tersebut, mengatakan yang namanya pemimpin terutama calon presiden (capres) pada 2024, harus merupakan sosok orang yang memikirkan kepentingan rakyat. Salah satu ciri yang terlihat, bisa dari penampilan wajah yang penuh kerutan dan rambut yang memutih.

“Pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari mukanya, dari penampilannya itu kelihatan. Banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat. Memikirkan rakyat sampai rambutnya putih semua ada," kata Jokowi di acara Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada akhir pekan lalu.

Secara kesehatan, hal yang normal memang untuk warna rambut mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia. Tak melulu harus sudah berumur, remaja atau dewasa muda yang baru berusia kepala 2 pun, rambutnya tetap bisa memutih.

Apa saja lantas penyebab dari memutihnya rambut dari segi medis, selain usia yang bertambah? Berikut ulasan singkatnya, sebagaimana diwarta MedicalNewsToday, Senin (28/11/2022).

1. Kurang vitamin: Kekurangan vitamin B-6, B-12, biotin, vitamin D, atau vitamin E dapat menyebabkan munculnya uban secara prematur.

2. Genetik: Orang dengan riwayat keluarga yang didominasi rambut ubanan, juga berisiko beruban lebih cepat. Menurut laporan tahun 2013 di Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology, hadirnya uban prematur pada rambut seseorang sebagian besar terkait dengan genetika. Begitu juga dengan ras dan etnis loh!

Rambut putih alias uban prematur pada orang kulit putih bisa dimulai sejak usia 20 tahun, lalu pada orang ras Asia bisa muncul di usia 25 tahun dan 30 tahun pada ras populasi Afrika-Amerika.

3. Stres oksidatif: Bukan hanya bersifat genetik, bahkan faktor seperti stres oksidatif dalam tubuh pun bisa berperan ketika proses tersebut terjadi sebelum waktunya. Sebab stres oksidatif menyebabkan ketidakseimbangan, ketika antioksidan tidak cukup untuk menangkal efek merusak dari radikal bebas, yakni molekul tidak stabil yang merusak sel, berkontribusi terhadap penuaan dan penyakit. Makin stres makin gampang ubanan.

(Foto: MedicalNewsToday)

4. Kondisi medis tertentu: Contohnya penyakit autoimun, merujuk pada penelitian yang diterbitkan pada 2008, telah menunjukkan adanya hubungan antara kelainan rambut dan disfungsi tiroid. Disebutkan lebih lanjut, memutihnya rambut juga umum terjadi pada alopecia areata, kondisi kulit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut di kulit kepala, wajah, dan bagian tubuh lainnya. Saat rambut tumbuh kembali, cenderung memutih karena kekurangan melanin.

5. Stresor di kehidupan nyata: Berdasarkan studi penelitian yang bertentangan tentang stres di kehidupan nyata, contohnya karena cedera, bisa menyebabkan uban prematur. Satu studi dari New York University, yang dipublikasikan dalam Nature Medicine, menemukan bahwa sel-sel yang bertanggung jawab atas warna rambut bisa habis saat tubuh sedang stres.

 BACA JUGA:10 Faktor Risiko Darah Tinggi Seperti yang Diidap Ki Joko Bodo, Ada Diabetes dan Genetik

BACA JUGA:30 Provinsi di Indonesia Berisiko Tinggi Penyakit Polio, Ini 2 Faktor Penyebabnya!

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement