BANGKOK - Industri MICE (meeting, incentive, conference, dan exhibition) Thailand diprediksi akan menghasilkan USD12 miliar atau setara Rp188,2 triliun hingga 2027. Hal itu akan ditopang venue MICE kelas dunia, budaya, dan alam yang dimiliki negara tersebut.
Berdasarkan data Allied Market Research, tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) industri MICE Thailand diperkirakan mencapai 11,6 persen, sepanjang periode 2021 hingga 2027.
BACA JUGA: Wisata Yogyakarta Mulai Serius Garap Bisnis MICE, Ini Faktanya
Data itu juga mengungkapkan, pasar domestik menguasai setengah dari industri MICE Thailand sepanjang 2019. Namun sepanjang 2021-2027, pasar internasional akan memenuhi 22,1 persen dari komposisi industri MICE Thailand.
Hugh M. Jones, CEO RX Tradex, salah satu organiser ternama Negeri Gajah Putih itu mengungkapkan, pandemi COVID-19 memang sempat membuat industri MICE stagnan akibat pembatasan perjalanan dan aturan jaga jarak.
BACA JUGA: 8 Kuliner Khas Myanmar yang Lezat, Bikin Ketagihan
Namun begitu, dia tak menampik terjadi perubahan besar dalam industri MICE. “Pertemuan dan event virtual menjadi booming dan berpengaruh pada pengembangan dan adopsi teknologi,” katanya dikutip dari Bangkok Post, Rabu (23/11/2022).
Hugh Jones menambahkan, Thailand masih memiliki potensi MICE yang sangat besar, terutama di bidang exhibition atau pameran. Hal itu didukung tumbuhnya jumlah wisatawan mancanegara dan aktivitas bisnis yang kembali bergeliat di negara tersebut.
Tak hanya itu, bos RX Tradex tersebut juga menilai, Thailand memiliki infrastruktur dan tingkat keamanan yang sangat baik untuk menopang industri MICE.*
(Siska Maria Eviline)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.