Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rendahnya Cakupan Vaksinasi Booster, Biang Keladi Kasus Varian XBB Naik?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 09 November 2022 |11:15 WIB
Rendahnya Cakupan Vaksinasi Booster, Biang Keladi Kasus Varian XBB Naik?
Pandemi Covid-19, (Foto: Reuters/ Ajeng Dinar Ulfiana)
A
A
A

DATA Kementerian Kesehatan mencatat, sejauh ini diketahui sudah ada 12 kasus varian XBB telah terkonfirmasi di Indonesia. Hal tersebut disinyalir terkait dengan kenaikan kasus Covid-19 secara nasional.

Dalam kurun waktu seminggu terakhir, terjadi kenaikan kasus Covid-19 di 30 Provinsi di Indonesia, yang pada level nasional selama 4 hari terakhir dilaporkan ada peningkatan kasus positif sekitar 4.700-4.900 kasus.

Kenaikan kasus varian XBB digadang-gadang terjadi karena cakupan booster masih rendah. Apakah masih rendahnya cakupan vaksinasi booster ini memang jadi faktor utama, atau ada alasan lain terkait?

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menyebutkan bahwa kenaikan kasus XBB pun Covid-19 secara umum dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk masih rendahnya cakupan booster.

"Varian XBB ini lebih cepat menular, sehingga terjadi kenaikan kasus Covid-19 secara keseluruhan. Artinya, di kondisi kenaikan kasus ini banyak faktor yang berkontribusi. Khusus untuk booster, jika cakupannya bertambah, maka kenaikan kasus bisa ditekan," ujar dr. Nadia, saat dihubungi MNC Portal, Rabu (9/11/2022).

Selain rendahnya cakupan vaksinasi booster, tetap ada faktor lain yang menjadi penyebab kenaikan kasus. Contoh termudah, dr. Nadia menyebut masyarakat sudah begitu longgar dengan protokol kesehatan, termasuk semakin banyak orang yang enggan untuk melakukan tes Covid-19, walau mengalami gejala.

"Kalau kasus naik kan artinya penularan terjadi di masyarakat. Artinya, protokol kesehatan berkurang. Prokes juga harus dipertahankan, ya, ” lanjut dr. Nadia

“Terus juga sekarang orang banyak bergejala tapi merasa tidak perlu tes, padahal itu sumber penularan juga,” imbuhnya.

BACA JUGA:Covid-19 Ngegas Hingga 4900 Kasus, Kemenkes: Indonesia Belum Aman dari Pandemi

Terkait dengan booster, dr. Nadia menegaskan bahwa ini sangat penting di momen kasus Covid-19 mulai ‘ngegas’ lagi seperti sekarang. Terlebih, cakupan booster nasional masih sangat rendah, sekitar 27 persen.

"Booster itu penting. Selain bikin orang lebih kuat melawan virus, juga menahan laju penularan dan mencegah kematian," pungkasnya singkat.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement