Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kematian Anak karena Gangguan Ginjal Akut, Gambia Belum Bisa Pastikan Akibat Obat Sirop

Pradita Ananda , Jurnalis-Selasa, 01 November 2022 |15:05 WIB
Kematian Anak karena Gangguan Ginjal Akut, Gambia Belum Bisa Pastikan Akibat Obat Sirop
gangguan ginjal akut pada anak, (Foto: Dok/Ist)
A
A
A

TERKAIT kematian anak akibat fenomena kasus gangguan ginjal akut, acute kidney injury (AKI), pihak otoritas berwenang Gambia mengatakan pihaknya masih belum bisa memberikan penyebab pasti.

Mengutip laporan Reuters,Selasa (1/11/2022), perwakilan dari Badan Pengawas Obat Gambia pada Senin 31 Oktober lalu mengatakan pemerintah Gambia sejauh ini belum mengonfirmasi bahwa sirup obat batuk beracun lah yang menjadi dalang atas kematian 70 anak akibat cedera ginjal akut tersebut.

"Kami belum menyimpulkan, apakah memang obat sirop yang menyebabkannya. Sebab banyak anak meninggal tanpa minum obat apa pun," kata Tijan Jallow, perwakilan Badan Pengawas Obat Gambia dalam konferensi pers.

"Anak-anak lain yang meninggal dan obat yang mereka minum, kami telah menguji semuanya dan mereka baik-baik saja," tambahnya.

Meski dalam beberapa bulan terakhir, negara bagian kecil di Afrika Barat itu telah menyelidiki pembunuhan misterius kematian anak-anak, yang menurut polisi dalam penyelidikan awal terkait dengan empat sirup obat batuk yang diproduksi di dalam negeri.

Penyelidik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri dikatakan sudah menemukan level cemaran dari dietilen glikol dan etilen glikol yang melebihi ambang batas dalam produk obat sirop, hasil produksi Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.

Sebagai informasi, lonjakan kasus cedera ginjal akut di antara anak-anak di bawah usia lima tahun di Gambia sendiri pertama kali terdeteksi pada akhir Juli 2022. Dari keterangan para pejabat setempat, diketahui sejumlah pasien jatuh sakit tiga sampai lima hari setelah meminum sirup parasetamol yang dijual di pasaran.

Kemudian pada bulan Oktober, Kementerian Kesehatan India mencatat jumlah kematian telah meningkat menjadi 70, dari total 82 anak dilaporkan mengalami gangguan ginjal akut. 12 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh.

 BACA JUGA:Marak Kasus Gagal Ginjal Akut pada Balita, CameoProject Sentil Kemenkes dan BPOM!

BACA JUGA:Kemenkes Akhirnya Buka Suara Soal Isu Kelangkaan Vaksin Meningitis

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement