Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Jadikan KDRT Jadi Candaan? Konselor Psikologi: Ini Masalah Serius Bukan Bahan Olokan

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 31 Oktober 2022 |15:05 WIB
Masih Jadikan KDRT Jadi Candaan? Konselor Psikologi: Ini Masalah Serius Bukan Bahan Olokan
Almakiyah Alqi, (Foto: BuddyKu)
A
A
A

SUDAH beberapa waktu lalu, Lesti Kejora mencabut laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh sang suami, Rizky Billar.

Namun terpantau, masih ada tagar Boikot Leslar di linimasa media sosial. Banyak pihak yang kecewa meluapkan emosinya yang berujung jadi perundungan terhadap korban KDRT. Melihat situasi ini, Konselor Psikologi, Almakiyah Alqi menyebutkan KDRT adalah masalah serius yang tidak lucu untuk dijadikan bahan olokan.

Ia begitu menyayangkan masalah serius seperti KDRT, malah dijadikan gurauan bahkan bahan prank demi konten.

“Sangat disayangkan isu KDRT menjadi bahan olok-olok, bahan prank, bahan gimik dan sebagainya karena ini serius. Bukan isu domestik dalam rumah tangga seseorang saja, ini sudah isu negara,” jelas Alqi.

Mengapa Alqi menyebut masalah ini adalah isu negara, sebab pada kenyataannya negara sudah menggelontorkan banyak dana untuk pencegahan tindak KDRT di negeri ini.

“Negara ini banyak sekali mengeluarkan program dan anggaran demi untuk mencegah angka KDRT. artinya negara merasa dan meyakini bahwa kasus KDRT, adalah isu penting dalam mewujudkan generasi berkualitas di negara kita,” tambahnya.

Orang – orang yang menjadikan isu KDRT sebagai bahan olokan, ditegaskan Alqi adalah orang yang minim sensitivitas dan empati.

“Orang yang melakukan gimmick, prank, lelucon, atau apa pun itu berkaitan dengan isu KDRT. Saya bisa pastikan mereka adalah orang yang minim sensitivitas, minim empati, dan jangan-jangan minum edukasi,” tutur Alqi lagi.

Guyonan dan tekanan terhadap korban KDRT bisa berdampak serius yaitu semakin takutnya korban KDRT untuk melapor dan bicara. Padahal kasus KDRT adalah masalah kompleks. Korban KDRT tak bisa langsung meninggalkan pelaku, mengingat dibutuhkan berbagai persiapan matang dan detail dari korban untuk bisa lepas baik secara mental fisik dan ekonomi.

Selain itu ada juga yang disebut dengan cycle of abused, yang salah satu fasenya disebut dengan honeymoon, yakni fase saat pelaku dan korban berselisih dengan baik atau memilih berdamai.Jika sudah seperti itu si korban akan meragukan dirinya sendiri. Alhasil, korban juga akan ragu dalam mengambil keputusan.

“Setelah bertengkar itu honeymoon phase, jadi fasenya kayak jatuh cinta lagi. Kemudian, waktu berjalan kita enggak ada yang tahu apakah si pelaku akan murni nantinya berubah atau tidak. Ini enggak ada yang tahu," sambungnya. 

Namun jika merujuk pada kasus yang sudah ada, kebanyakan siklusnya akan berulang kembali sampai bisa 10 15 kali hingga akhirnya si korban baru memutuskan untuk lepas. Siklus yang sama, pelaku melakukan kekerasan tapi korban melawan, lalu pelaku melemah, korban ikut melemah, honeymoon phase lagi. Begini terus sampai memutuskan untuk berpisah.

Alqi meminta masyarakat lebih memahami kondisi korban KDRT, sebelum menyalahkan korban yang memilih berdamai dengan pasangannya. Mengingat, begitu sulitnya seseorang korban untuk lepas dari pengaruh kekerasan rumah tangga karena banyak faktor, korban sangat membutuhkan support mental.

Menurut Alqi KDRT, masyarakat bisa membantu mencegah hadirnya tindak KDRT dengan cara lebih mengenal pasangan sebelum menikah, apabila pasangan menunjukan sifat yang temperamental atau mudah marah baiknya pikirkan kembali.

Selain itu, cobalah untuk mengikuti kelas pra nikah yang ada di KUA untuk bisa lebih mengenal pasangan sebelum naik ke jenjang selanjutnya dan terakhir, bisa membuat perjanjian pra nikah.

“Perjanjian pra nikah itu adalah cara kita untuk melindungi masing-masing diri sendiri. Bukan merugikan salah satunya, tapi kita bersama pasangan sepakat untuk melindungi diri kita masing-masing. Menurut saya ini sudah harus lebih di lazimkan aja di Indonesia,” tutup Alqi.

BACA JUGA:Apa Itu Sindrom Prader-Willi? Kondisi Langka yang Diidap Anak Oki Setiana Dewi

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement