Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

200 Obat Gagal Ginjal Akut Sudah Datang dari Jepang

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 29 Oktober 2022 |10:08 WIB
200 Obat Gagal Ginjal Akut Sudah Datang dari Jepang
Obat Fomepizole. (Foto: Kemenkes)
A
A
A

GUNA menangani kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak di Indonesia, pemerintah memang tengah mencari obat dari berbagai negara. Salah satu negara yang diketahui telah memberikan bantuan obat gagal ginjal akut adalah Jepang.

Obat Fomepizole untuk penanganan gangguan ginjal akut hasil hibah dari Jepang tiba di Indonesia, Jumat malam. Adapun jumlah obat yang didatangkan sebanyak 200.

Sebelum dipergunakan publik, obat hibah Jepang ini perlu dilengkapi dengan keterangan berbahasa Indonesia pada kemasannya. Sebab, kemasan obat Fomepizole tersebut masih berbahasa Jepang.

"Fomepizole sudah tiba dan akan kami lengkapi dengan package insert berbahasa Indonesia, karena semua informasi dalam bahasa Jepang," terang pernyataan Kementerian Kesehatan yang diterima MNC Portal, Sabtu (29/10/2022).

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menerangkan kalau obat penanganan keracunan etilen glikol dan dietilen glikol ini adalah hibah dari perusahaan Takeda di Jepang. Dengan datangnya obat ini, Kemenkes berharap bisa mempercepat pengobatan dan perawatan pasien gangguan ginjal akut. Obat dipastikan gratis.

Sebelumnya, pemerintah telah mendatangkan 30 vial obat penangkal racun ini dari Singapura dan 16 vial dari Australia secara bertahap.

Fomepizole adalah obat antidotum (penangkal racun) yang digunakan pada kasus keracunan senyawa antibeku (etilen glikol) dan metanol, zat yang terkandung pada pelarut bensin, dan senyawa otomotif atau rumah tangga lainnya.

Selain itu, Fomepizole juga digunakan bersamaan dengan prosedur cuci darah untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Obat ini bekerja dengan menghambat alkohol dehidrogenase, enzim dalam tubuh yang dapat memetabolisme etilen glikol dan metanol, sehingga menjadi bentuk yang beracun.

Menurut keterangan Jubir Kemenkes, dalam penggunaannya, setiap pasien gangguan ginjal akut hanya diberikan 5 kali penyuntikkan yang mana dosis akan disesuaikan sesuai aturan.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement