Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Minum Obat Dibantu Pakai Susu atau Teh, Boleh atau Tidak?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 21 Oktober 2022 |07:00 WIB
Anak Minum Obat Dibantu Pakai Susu atau Teh, Boleh atau Tidak?
Ilustrasi anak minum obat, (Foto: Freepik)
A
A
A

KISRUH cara minum obat kini tengah jadi pembahasan hangat di masyarakat luas, sebagai imbas rekomendasi Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk tidak mengonsumsi obat cair untuk sementara waktu terkait kasus gangguan ginjal akut yang saat ini tengah marak.

Alih-alih obat cair seperti obat sirup, Kemenkes menyarankan sebagai alternatif adalah obat-obat sediaan padat, seperti tablet, kapsul, atau puyer.

Persoalan anak minum obat ini, tentu membuat banyak orang tua awam jadi bingung. Pasalnya, tidak bisa ditampik kalau anak-anak cukup sulit jika harus minum obat sediaan padat. Mengingat rasa yang pahit dan bentuk ukurannya yang relatif yang besar.

Sebagai trik, biasanya beberapa orang tua ada yang menggunakan minuman susu atau teh saat meminumkan obat kepada si kecil. Lalu, apakah cara ini sebetulnya boleh dilakukan atau tidak?

Disampaikan Profesor Zullies Ikawati, Ahli Farmakologi UGM, cara paling benar minum obat itu adalah diminum dengan air mineral.

Hal ini demi meminimalisir interaksi obat dengan larutan lain, yang bisa menurunkan khasiat obat atau malah bereaksi jadi sesuatu yang tidak diharapkan.

Idealnya memang, minum obat itu dengan air putih atau air mineral. Beberapa obat ada yang berinteraksi dengan susu, teh, atau kopi," ungkapnya saat dihubungi MNC Portal, baru-baru ini. 

Sementara untuk bahan tambahan lain, misalnya madu. Prof Zullies menyarankan untuk bertanya ke apoteker saat membeli obat. Apakah obat yang dibeli itu bisa dicampur dengan madu atau tidak. Meski, beberapa obat boleh diminum dengan madu.

"Catatan pentingnya, pemberian madu ini hanya boleh dilakukan pada anak di atas usia 1 tahun. Soal obat jenis apa yang boleh dan tidak boleh dicampur madu, silahkan tanya ke apoteker," lanjut Prof Zullies.

Saat sebelum membeli obat, Prof Zullies mengimbau masyarakat agar membiasakan diri untuk bertanta lima O ke apoteker yakni, obat ini apa nama dan kandungannya, obat ini apa khasiatnya, obat ini berapa dosisnya, obat ini bagaimana cara menggunakannya dan obat ini apa efek sampingnya?

 BACA JUGA:Paula Verhoeven Migrain karena Prank KDRT, Ini 7 Cara Mengatasinya Tanpa Minum Obat

BACA JUGA:Bingung Obati Batuk Si Kecil Karena Obat Sirup Dilarang, Coba 5 Bahan Alami Ini!

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement