LEPTOSPIROSIS merupakan sebuah penyakit yang muncul akibat infeksi bakteri leptospira. Bakteri tersebut menyebar lewat urin atau darah hewan yang sebelumnya telah terinfeksi.
Sejumlah hewan bisa menjadi perantara penyebaran penyakit ini, seperti tikus, sapi, babi, dan anjing. Seseorang bisa terjangkit leptospirosis ketika melakukan kontak langsung dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi bakteri.

Umumnya, penyakit ini memiliki gejala mirip flu. Namun jika dibiarkan dan tidak diatasi dengan segera maka bisa mengancam nyawa. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai leptospirosis, berikut penjelasan lengkapnya.
Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, gejala yang muncul karena penyakit leptospirosis kerap disalah artikan sebagai gejala penyakit lain, seperti demam berdarah atau flu. Bahkan pada sebagian kasus tidak menunjukan gejala sama sekali.
Berikut adalah beberapa gejala yang dialami penderita leptospirosis:
-Sakit kepala
-Demam tinggi
-Panas dingin
-Nyeri otot
-Muntah
-Mata dan kulit yang menguning
-Mata memerah
-Sakit perut dan diare
-Muncul ruam pada kulit
Seseorang yang terpapar bakteri ini akan mengalami gejala selama 2 hari hingga 4 minggu. Perlu diketahui jika penyakit leptospirosis dapat terjadi dalam dua fase, yaitu:
-Fase pertama akan menyebabkan demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, muntah, atau diare. Pada fase ini, pasien dapat sembuh untuk sementara namun bisa kambuh lagi.
-Fase kedua terjadi ketika sakit di fase pertama kambuh lagi. Pasien akan mengalami sakit yang lebih parah, seperti gagal ginjal, gagal hati, atau meningitis.
Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas sebaiknya segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut. Untuk mengetahui penyakit leptospiros dalam tubuh Anda, dokter biasanya akan menanyakan mengenai keluhan dan gejala yang dialami. Setelah itu, pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, PCR, MAT, CT Scan, dan lain-lain akan dilakukan.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, penyakit leptospirosis disebabkan karena infeksi bakteri leptospira interrogans. Bakteri ini awalnya akan hidup di ginjal hewan tanpa gejala. Dalam beberapa waktu, bakteri tersebut akan keluar bersama urin hewan dan mengkontaminasi tanah atau air.
Bakteri leptospira yang hidup di tanah atau air bisa bertahan cukup lama, yaitu dalam hitungan bulan atau tahun. Sehingga seseorang dapat tertular bakteri ini melalui beberapa cara, yaitu:
-Adanya kontak langsung dengan urin hewan pembawa bakteri.
-Adanya kontak dengan air dan tanah yang telah terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri.
-Mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi urin hewan pembawa bakteri.
-Adanya luka terbuka baik kecil maupun besar bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri ini. Bahkan bakteri leptospira bisa masuk melalui hidung, mata, mulut, dan saluran pencernaan.
Penyakit leptospirosis tidak memerlukan penanganan khusus. Dalam kondisi ringan, penderita leptospirosis akan diberikan obat-obatan untuk meringankan gejala yang dialami dan bisa sembuh dalam kurang lebih 7 hari.
Itulah penjelasan mengenai penyakit leptospirosis.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.