Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Penyebab Rasa Sensasi Terbakar pada Mr P, Bisa Jadi Ada Infeksi Jamur

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 18 Oktober 2022 |18:45 WIB
7 Penyebab Rasa Sensasi Terbakar pada Mr P, Bisa Jadi Ada Infeksi Jamur
Ilustrasi MR P (Foto:Threatend)
A
A
A

7 penyebab rasa sensasi terbakar pada Mr P menarik untuk diulas. Sensasi terbakar pada penis dapat memiliki banyak penyebab, tetapi sebagian besar sangat dapat diobati. Sensasi terbakar terjadi saat buang air kecil dan mungkin, tergantung pada penyebabnya, terjadi bersamaan dengan gejala lainnya. Misalnya, mungkin ada pembengkakan atau gatal di sekitar Mr P.

Berikut 7 penyebab rasa sensasi terbakar pada Mr P dikutip Medical News Today:

1 Prostatitis

Mr P

Saat kelenjar prostat meradang dan membengkak, kondisi ini disebut sebagai prostatitis. Biasanya, prostatitis disebabkan oleh bakteri dalam urine yang bocor sampai ke prostat.

Prostatitis dapat menyebabkan rasa nyeri dan sensasi panas saat kencing, sulit buang air kecil, sering kebelet kencing, urine yang keruh dan berdarah, hingga sakit saat ejakulasi.

2. Infeksi saluran kemih (ISK)

ISK dapat terjadi di berbagai bagian saluran kemih, seperti kandung kemih atau ginjal. Ini adalah hasil dari bakteri yang masuk ke saluran kemih. ISK lebih merupakan istilah umum yang dapat mencakup infeksi uretritis, gonore dan klamidia, dan jenis infeksi lainnya.

Salah satu gejala umum ISK adalah sensasi terbakar saat buang air kecil. Mereka juga dapat meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil.

Antibiotik efektif dalam mengobati ISK. Dokter perlu menentukan jenis bakteri apa yang menyebabkan infeksi untuk memutuskan antibiotik mana yang akan diresepkan.

Durasi pengobatan akan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi, di antara faktor-faktor lainnya. Minum banyak air juga akan membantu pengobatan.

3. Klamidia

Jenis penyakit ini menyebabkan sensasi terbakar saat buang air kecil dan keluarnya cairan yang tidak normal. Ini juga dapat menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan pada testis.

Klamidia dapat dicegah dengan memakai kondom saat berhubungan seks. Karena infeksi tidak selalu menimbulkan gejala, siapa pun yang aktif secara seksual dengan banyak pasangan harus menjalani tes rutin.

4. Uretritis

Uretritis adalah peradangan pada uretra, yakni saluran yang membawa urine dari kandung kemih keluar tubuh. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain sensasi panas, uretritis juga bisa menyebabkan kemerahan di sekitar uretra, keluarnya cairan kuning dari uretra, darah pada air kencing dan sperma, hingga gatal-gatal.

5. Infeksi jamur

Infeksi ini dapat menyebabkan penis terasa panas, gatal, ruam kulit, hingga keluarnya cairan berwarna putih. Berbagai obat antijamur dapat menyembuhkannya, seperti clotrimazole, imidazole, dan miconazole.

Jika infeksi jamurnya sudah serius, dokter dapat memberikan kombinasi fluconazole dengan krim hidrokortison.

6.Kencing Nanah

Gonore atau kencing  adalah infeksi menular seksual (IMS) yang umum terjadi pada orang muda berusia antara 15 dan 24 tahun. Ini menyebar terutama melalui aktivitas seksual.

Sensasi terbakar saat buang air kecil adalah salah satu gejala gonore. Penyakit ini juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan pembengkakan di area tersebut. Namun, beberapa orang dengan infeksi mungkin tidak mengalami gejala apa pun.

7. Batu ginjal

Batu ginjal adalah hasil dari produk limbah dalam urine yang mengkristal. Di saat kristal ini menumpuk, tubuh akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkannya lewat aliran urine.

Biasanya, kristal ini akan mengendap di ginjal atau pindah ke uretra dan menyebabkan rasa sakit.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement