SEBUAH kasus langka terjadi, yaitu seorang pria alergi terhadap spermanya sendiri. Kondisi ini sudah ia alami sejak 10 tahun terakhir. Hal ini membuatnya menghindari hubungan seksual. Karena setiap berhubungan seks ia akan mengalami demam dan flu.
Dikutip dari newsweek, Senin (17/10/2022), dalam Jurnal Urology Case Reports, ternyata kasus ini bukan hanya dialami pria tersebut saja. Penyakit ini sudah lama ada dan sering disebut sebagai "sindrom penyakit pasca-orgasme."

Penyakit ini dapat menjadi salah satu penyebab disfungsi seksual yang membuat pria lemah di ranjang. Dan sering kali dokter salah mendiagnosis sehingga si pria menjalani terapi yang keliru ketika mengeluhkan disfungsi ereksi.
Rata-rata pria yang mengalami sindrom penyakit pasca orgasme ini 88 persen di antaranyna terindikasi alergi terhadap spermanya sendiri. Adapun gejalanya, dikutip dari newsweek, adalah sebagai berikut.
1. Kelelahan ekstrim atau kelelahan
2. Kelemahan otot
3. Demam dan berkeringat
4. Lekas marah
5. Kesulitan memori
6. Masalah konsentrasi
7. Hidung tersumbat dan mata gatal
Gejala di atas dapat terjadi setelah ejakulasi terjadi. Kondisi ini akan bertahan selama 7 hari sesudahnya.
Dalam satu kasus bahkan seorang pria ada yang merasakan tremor pasca ejakulasi. Ia jadi seperti orang kesurupan setelah berhubungan seks. "Dia mengunjungi lab kami beberapa kali dan dengan setiap spesimen yang dihasilkan dia harus tinggal selama 10 menit atau lebih sampai tubuhnya kembali ke keadaan normal," kata Christopher De Jonge, direktur Program Andrologi di University of Minnesota Medical Center, dikutip dari Newsweek.
Biasanya, penderita akan meresepkan obat alergi untuk menstabilkan kondisi pasien sindrom penyakit pasca-orgasme ini. Rata-rata pasien akan kembali pulih bahkan memiliki kehidupan seks yang normal.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.