KASUS Lesti Kejora yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih terus bergulir. Saat ini diketahui, Lesti tengah dirawat di rumah sakit karena cedera serius yang ia alami.
Dari informasi yang beredar, Lesti diketahui cedera pada bagian kepala, leher, hingga memar-memar di beberapa bagian tubuhnya. Hal ini tentu membuat masyarakat terkejut dengan kejadian yang Lesti alami.

Berbicara tentang KDRT, ternyata tidak hanya berkaitan dengan kekerasan fisik saja. Lebih dari itu, ada beberapa jenis KDRT yang sering terjadi dalam rumah tangga. Bahkan terkadang terjadi tanpa disadari oleh pelaku atau si korban.
Psikolog, dr. Santi Yuliani, dalam akun Instagramnya @santi_psychiatrist, menjelaskan ada beberapa jenis KDRT yang sering terjadi. Berikut ulasannya untuk Anda.
1. KDRT fisik
Perilaku menyakiti disik, pemukulan, melakukan pemaksaan, dan eksploitasi tenaga pasangan merupakan contoh KDRT fisik. Tidak harus adanya perlukaan yang nyata terlihat, bisa dalam bentuk pemaksaan aktivitas tertentu hingga pasangan kelelahan secara fisik.
2. KDRT mental atau emosional
Merendahkan pasangan, memanipulasi, mengkerdilkan kemampuan pasanganm membuat pasangan menjadi merasa tidak aman, ketakutan. Ketahuan selingkuh bukannya menyadari tapi malah menyalahkan pasangan, membuat pasangan merasa "layak" diselingkuhi adalah salah satu bentuk KDRT mental.
3. KDRT finansial
Membuat pasangan wajib memenuhi semua keinginan pasangan. Memaksa pasangan untuk banting tulang demi kepuasan di luar kebutuhan. Menguasai dan mengendalikan semua harta, meskipun itu milik bersama.
4. KDRT sosial
Memutus akses lingkungan sosial, lingkungan keluarga lain, lingkungan kantor, dan pertemanan. Tidak memiliki kemerdekaan dalam menentukan siapa yang boleh dijadikan teman, atau orang yang bisa diajak diskusi selain pasangannya.
(Vivin Lizetha)