Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Seberapa Ampuh Obat Paxlovid untuk Melawan Varian Covid-19?

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Rabu, 14 September 2022 |16:33 WIB
Seberapa Ampuh Obat Paxlovid untuk Melawan Varian Covid-19?
Ilustrasi Obat Covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memang telah menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk obat Covid-19, Paxlovid.

Paxlovid sendiri merupakan paket obat antivirus besutan perusahaan farmasi Pfizer, yang terdiri dari dua obat generik, yaitu Nirmatrelvir dan Ritonavir. Kedua obat tersebut digunakan secara terpisah.

Berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan Pfizer, obat Paxlovid memiliki efektivitas sebesar 89 persen dalam mengurangi risiko rawat inap dan kematian yang disebabkan oleh semua varian virus penyebab Covid-19. Lantas, bagaimana cara kerja obat tersebut? Berikut sederet fakta seputar Paxlovid seperti dilansir dari KlikDokter.

Paxlovid tersedia dalam bentuk kemasan blister. Blister tersebut berisi dua tablet Nirmatrelvir 150 mg dan satu tablet Ritonavir 100 mg. Nirmatrelvir dan Ritonavir punya cara kerja masing-masing.

Nirmatrelvir bekerja dengan menghambat replikasi protein lonjakan alias spike protein SARS-CoV-2. Protein lonjakan digunakan virus corona untuk memasuki sel tubuh manusia dan membuatnya lebih menular. Senyawa aktif ini kemudian menghambat replikasi spike protein coronavirus dengan menekan enzim protease. Enzim ini digunakan virus untuk bereproduksi di dalam tubuh manusia.

Pada gilirannya, Nirmatrelvir dapat menghambat perkembangan virus corona. Meski begitu, efektivitas antivirus ini bisa berkurang. Pasalnya, obat ini mudah terurai di dalam tubuh manusia. Karenanya, agar Nirmatrelvir tidak cepat terurai dan kinerjanya tetap stabil di dalam tubuh, diperlukan tambahan asupan Ritonavir.

Ritonavir sebelumnya merupakan obat yang pernah digunakan dalam terapi pengobatan HIV/AIDS. Dalam paket Paxlovid, Ritonavir berfungsi untuk mendukung kemampuan Nirmatrelvir. Ritonavir bekerja dengan mematikan metabolisme Nirmatrelvir di organ hati. Efeknya membuat Nirmatrelvir tidak cepat terurai, dan sanggup bekerja lebih lama untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19.

Hasil uji klinis yang dilakukan Pfizer mengungkapkan obat Paxlovid memiliki efektivitas sebesar 89 persen dalam mengurangi risiko rawat inap dan kematian akibat infeksi virus corona. Hal ini jika obat diberikan 3 hari setelah gejala infeksi muncul.

Sementara itu, jika Paxlovid digunakan lima hari setelah munculnya gejala infeksi virus corona, efektivitas antivirus ini turun sedikit menjadi 88 persen dalam mengurangi risiko rawat inap dan kematian.

Karena tingginya efektivitas Paxlovid, Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) Paxlovid untuk mencegah perburukan gejala Covid-19.

Kepala Badan BPOM RI, Penny K. Lukito memaparkan jika Paxlovid dapat diberikan pada pasien dewasa yang tidak memerlukan oksigen tambahan, dan yang berisiko tinggi mengalami gejala berat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement