VIRUS SARs-COV-2 yang disebut juga Covid-19 melahirkan berbagai subvarian, seperti BA.4 dan BA.5. Di mana banyak kasus ditemukan bergejala ringan. Meski demikan, ahli kesehatan menyarankan agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
Kepatuhan Prokes seperti menggunakan masker di Indonesia masih diterapkan di Indonesia. Menurut dr. Alexander K Ginting, Sp. P(K), FCCP Sub Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, masker yang digunakan harus 3 lapis, khususnya mereka pengguna moda transportasi umum.

"Bagi penduduk yang memiliki gejala, kita anjurkan untuk menggunakan masker, khususnya mereka yang naik KRL, busway, ke kantor atau di mal jangan lupa untuk menggunakan masker. Masker 3 lapis, masker yang sudah dipakai dibuang dengan benar," ujar Brigjen TNI (Pur) dr. Alexander K Ginting, Sp. P(K), FCCP Sub Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Penanganan Covid 19 dalam Talkshow Mengukur Relevansi Protokol Kesehatan di Kanal YouTube BNPB Indonesia.
Sehubungan dengan itu, ia menilai kondisi saat ini tidak separah ketika varian Delta. Di mana gejala yang timbul lebih banyak menyerupai batuk dan flu.
BACA JUGA:Pusing dan Lemas Pasca-Kena Covid-19? Hati-Hati Long Covid-19
Dia pun mengingatkan agar para pemilik komorbid atau penyakit penyerta, lebih berhati-hati. Lebih baik menunda perjalanan, apabila sakit.
"Memang sekarang tidak terlalu parah dibanding delta. Sekarang kalau kita batuk/flu akan menjadi sorotan, jadi kalau sakit lebih baik menunda perjalanan. Bagi yang muda atau tidak ada komorbid itu baik-baik saja, tapi mereka yang komorbid itu yang harus menjadi lebih waspada," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan aturan lepas masker seperti negara tetangga, Indonesia berbeda dengan negara lain. Menurutnya Indonesia memiliki cara tersendiri dalam mengatasi Covid-19, contohnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), dll.
Sehingga cara di luar negeri belum tentu bisa diterapkan di Indonesia. "Cara di luar negeri belum tentu berhasil digunakan di Indonesia. Ini dilakukan bertahap untuk status endemi tahun 2023," ungkap dr Alexander.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.