Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Tips untuk Mengurangi Risiko Kentut yang Berbau, Biar Nggak Malu

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Jum'at, 09 September 2022 |08:24 WIB
4 Tips untuk Mengurangi Risiko Kentut yang Berbau, Biar Nggak Malu
Ilustrasi Bau Kentut (Foto: Shutterstock)
A
A
A

ADA 4 tips untuk mengurangi risiko kentut yang berbau yang wajib diketahui. Kentut yang mengeluarkan gas termasuk dalam aktivitas normal. Kentut termasuk produk sampingan alami dari sistem pencernaan yang sehat.BACA JUGA:Fakta! Kentut Wanita Ternyata Lebih Bau daripada Pria, Ini Alasannya!

Kebanyakan orang kentut antara 14 dan 23 kali per hari. Itu mungkin terdengar seperti banyak, namun kebanyakan kentut tidak berbau dan relatif tidak terdeteksi.

Akan tetapi, tak sedikit orang mengalami kentut berbau bahkan dapat dikata baunya sangat mengganggu, Oleh sebab itu, tak sedikit cara dilakukan untuk mengurangi risiko kentut yang bau.

kentut

Berikut 4 tips untuk mengurangi risiko kentut yang berbau

1. Hindari pemanis buatan

Gula buatan seperti sorbitol dan mannitol biasanya ditemukan di permen, permen karet, dan produk makanan bebas gula. Bagi beberapa orang yang tubuhnya memiliki toleransi rendah dengan zat ini, akan berdampak timbulnya diare dan peningkatan pembuangan gas

2. Konsumsi air putih yang cukup 
Melansir Medical News Today, sembelit bisa mempengaruhi produksi gas dan kentut berbau yang terjadi, termasuk menyebabkan sakit dan rasa tidak nyaman di perut. Hal ini terjadi saat kotoran terjebak di dalam usus sehingga bakteri terus bekerja dan menyebabkan penumpukan gas di dalam perut. 
Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi banyak air putih. Konsumsi air putih akan menghidrasi tubuh dan memperlancar jalannya kotoran keluar dari perut sehingga mencegah kentut bau.
3. Tambah asupan makanan tertentu 
Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghindari kentut bau adalah dengan mengurangi jumlah gas yang ada di dalam perut. Medical News Today merekomendasikan tambahan asupan makanan tertentu, seperti beberapa jenis herba yang dapat mengurangi jumlah gas di dalam perut. 
4. Periksa obat-obatan yang dikonsumsi 
Konsumsi obat ternyata bisa menjadi penyebab dari kentut yang berbau, termasuk suplemen dan vitamin. Efek yang diberikan akan tergantung pada masing-masing orang serta jenis obat yang dikonsumsi. 
Terdapat beberapa jenis obat yang akan menyebabkan kentut berbau, selayaknya Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDS).
Meskipun begitu, perlu konsultasi efek obat tersebut kepada dokter sebelum menghentikan konsumsinya. 

2. Konsumsi air putih yang cukup 

Melansir Medical News Today, sembelit bisa mempengaruhi produksi gas dan kentut berbau yang terjadi, termasuk menyebabkan sakit dan rasa tidak nyaman di perut. Hal ini terjadi saat kotoran terjebak di dalam usus sehingga bakteri terus bekerja dan menyebabkan penumpukan gas di dalam perut. 

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi banyak air putih. Konsumsi air putih akan menghidrasi tubuh dan memperlancar jalannya kotoran keluar dari perut sehingga mencegah kentut bau.

3. Tambah asupan makanan tertentu 

Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghindari kentut bau adalah dengan mengurangi jumlah gas yang ada di dalam perut. Medical News Today merekomendasikan tambahan asupan makanan tertentu, seperti beberapa jenis herba yang dapat mengurangi jumlah gas di dalam perut. 

4. Periksa obat-obatan yang dikonsumsi 

Konsumsi obat ternyata bisa menjadi penyebab dari kentut yang berbau, termasuk suplemen dan vitamin. Efek yang diberikan akan tergantung pada masing-masing orang serta jenis obat yang dikonsumsi. Terdapat beberapa jenis obat yang akan menyebabkan kentut berbau, selayaknya Non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDS).
Meskipun begitu, perlu konsultasi efek obat tersebut kepada dokter sebelum menghentikan konsumsinya. 
(RIN)

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement