Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hati-Hati, Penderita HIV/AIDS Berisiko Lebih Tinggi Kena Kanker

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Kamis, 08 September 2022 |15:34 WIB
Hati-Hati, Penderita HIV/AIDS Berisiko Lebih Tinggi Kena Kanker
Ilustrasi Kanker. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MEREKA yang menderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) memang lebih rentan mengalami berbagai penyakit. Pasalnya, HIV memang menyerang kekebalan tubuh seseorang, sehingga virus dan bakteri lebih mudah menyerang.

Dengan adanya HIV dalam tubuh, seorang ODHA menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Sementara pada orang sehat, bisa saja suatu infeksi tidak menyebabkan dampak yang serius.

Tidak hanya penyakit-penyakit infeksi, ternyata ODHA juga berisiko lebih tinggi untuk terkena beberapa jenis kanker. Berikut adalah penjelasannya seperti dilansir dari KlikDokter.

ODHA rentan mengalami berbagai jenis kanker berikut:

Kanker kelenjar getah bening (limfoma)

Limfoma adalah kanker yang menyerang kelenjar getah bening. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi salah satu faktor risikonya adalah orang dengan penyakit autoimun, termasuk HIV/AIDS.

Kanker pembuluh darah (sarkoma kaposi)

Kanker ini terjadi akibat human herpesvirus-8 atau HHV-8. Sarkoma kaposi adalah kanker kulit yang rentan menyerang orang yang menjalani transplantasi organ. Orang keturunan Yahudi, Afrika, dan Mediterania juga lebih berisiko.

Kanker serviks

Kanker serviks menyerang bagian leher rahim, tempat yang menghubungkan rahim dengan vagina. Setiap wanita memiliki risiko mengalami kanker ini. Namun, risiko dapat meningkat pada wanita yang aktif secara seksual.

Studi menunjukkan bahwa ODHA lebih berpeluang dua kali lipat untuk mengalami kanker tersebut dibandingkan orang sehat. Semakin lemah daya tahan tubuhnya, semakin rentan ODHA mengalami kanker.

Jenis kanker akibat adanya HIV/AIDS akan berbeda-beda. Oleh sebab itu, faktor risikonya dapat bermacam-macam. Namun, pada dasarnya kemunculan kanker pada penderita HIV/AIDS diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Tubuh penderita tidak dapat memerangi perubahan dan pertumbuhan yang terjadi secara abnormal di dalam sel. Karena kemampuan sistem imun melemah, perubahan tersebut dapat berkembang menjadi tumor. Bila sudah ganas, tumor dapat menyebar ke seluruh tubuh dan mengakibatkan infeksi yang serius.

Kanker pada penderita HIV/AIDS lebih berpotensi mengancam nyawa dibandingkan dengan penyakit infeksi. Kabar baiknya, dengan mengonsumsi antiretroviral therapy (ART) secara rutin, risiko terkena kanker akan menurun.

Pengobatan HIV akan memperbaiki daya tahan tubuh ODHA. Secara sederhana, hal tersebut akan membuat tubuhnya mampu untuk menekan sel kanker agar tidak berkembang dan bertambah banyak.

Hingga kini, HIV/AIDS memang belum dapat disembuhkan. Namun, pengobatan ART yang ada saat ini mampu menekan virus HIV hingga jumlahnya tak terdeteksi lagi dalam tubuh.

Dengan pengobatan yang dijalani ini, penderita HIV dapat hidup sehat, hampir sama seperti orang normal. Agar ODHA terhindar dari bahaya infeksi dan kanker, ART harus diminum secara teratur sesuai petunjuk dokter.

Selain itu, ART tidak hanya akan menekan risiko kanker pada ODHA. Terapi obat ini juga membantu menurunkan risiko penyakit lainnya, seperti jamur dan tuberkulosis pada ODHA secara signifikan.

Penderita HIV/AIDS (ODHA) rentan mengalami berbagai infeksi sehingga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit, termasuk kanker. Oleh sebab itu, pastikan untuk disiplin dalam melakukan pengobatan.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement