SAAT mendengar kata penyakit HIV (human immunodeficiency virus), di benak banyak orang awam memang tak bisa dilepaskan dari AIDS. Ya, HIV dan AIDS sudah lekat citranya sebagai satu kesatuan yang sama.
Padahal, tahukah Anda, jika HIV dan AIDS itu ternyata tidak sama. Ketua Satgas HIV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Endah Citraresmi, SpA(K), menjelaskan kalau kedua adalah hal yang berbeda.

HIV merupakan virus dan AIDS adalah suatu sindrom yang bisa muncul dalam jangka waktu tertentu (biasanya 5 hingga 10 tahun) sebagai akibat kehadiran sang virus.
"HIV ini virusnya, AIDS itu adalah sindrom akibat ganggunan kekebalan tubuh yang terjadi jika virus ini tidak diobati," kata Dr. Endah Citraresmi, SpA(K).
Sementara AIDS merupakan sindrom, mampu mengganggu sistem kekebalan tubuh (imunitas) seseorang. Dalam waktu sekitar 5-10 tahun, orang yang terinfeksi HIV akan menjadi AIDS.
"HIV ini virusnya, AIDS itu adalah sindrom akibat ganggunan kekebalan tubuh yang terjadi jika virus ini tidak diobati," kata Dr.Endah Citraresmi, SpA(K) - Ketua Satgas HIV IDAI.
"Orang yang terinfeksi HIV bisa segar, sehat, tapi 5 -10 tahun baru muncul gejala jika tidak diobati, itu yang disebut AIDS," imbuhnya.
Sebagai catatan, Dr. Endah mengingatkan bahwa seseorang yang mengidap HIV belum tentu otomatis akan juga mengidap AIDS.
BACA JUGA:Apa Penyebab Pengobatan Anak dengan HIV Sering Terlambat?
"Kumpulan dari gejala ini kita sebut AIDS. Penderita HIV belum tentu AIDS,” tandas Dr. Endah.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.