AKHIR-AKHIR ini informasi mengenai kekerasan yang dilakukan oleh seorang sutradara terhadap kru perempuan viral di media sosial. Aksi kekerasan itu pun mendapat kecaman dari warganet.
Bicara mengenai kekerasan, tentu akan berkaitan dengan trauma psikis yang dialami oleh korban. Tak hanya dialami oleh korban kekerasan verbal atau fisik, trauma psikis juga biasanya dialami oleh seseorang yang memiliki riwayat traumatis seperti pelecehan, kecelakaan, atau perundungan.
Pasca-mengalami kejadian traumatis, seseorang mungkin mengalami syok, ketakutan, keputusasaan, dan kecemasan yang berkepanjangan.
Meski begitu, respons setiap orang terhadap peristiwa trauma yang dialami akan berbeda-beda. Ada beberapa orang yang dapat mengatasi trauma yang pernah dialami, namun ada juga yang malah berujung pada gangguan psikologis hingga fisik.
Meskipun reaksi setiap orang dalam menghadapi trauma berbeda-beda, tetapi tetap saja dibutuhkan penanganan untuk pemulihan trauma tersebut. Trauma psikis merupakan suatu keadaan trauma psikologis yang menimpa seseorang dan mengganggu.
Trauma ini bisa memicu pengidapnya mengingat kembali kejadian buruk yang pernah dialami. Pengidapnya mungkin akan mengalami kesulitan tidur hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari.
Jika tak segera ditangani, trauma ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan mental seseorang. Berikut sejumlah langkah pemulihan trauma psikis.

1. Jangan dihindari tapi dihadapi
Meskipun mencoba mengabaikan atau melupakan peristiwa traumatis, unsur utama dalam pemulihan adalah belajar untuk baik-baik saja tanpa berusaha menghindarinya. Menghadapi perasaan secara langsung itu penting karena pengidap akan beradaptasi untuk bergerak maju.
2. Tidak mengisolasi diri
Pengidap trauma tentu perlu dukungan dari lingkungan sekitarnya. Dengan menjangkau teman dan keluarga, langkah ini dapat mempercepat pemulihan.
Jika orang lain memiliki pengalaman yang sama, bicarakan dengan mereka. Mereka mungkin memiliki perasaan yang sama. Buka jalur komunikasi sesegera mungkin setelah peristiwa traumatis.
3. Cari bantuan profesional
Stres yang datang karena peristiwa traumatis bisa sangat mengganggu aktivitas, karena bisa memicu kesedihan, ketakutan, kesedihan, dan depresi.
Oleh karena itu, berkonsultasilah dengan ahli seperti psikiater atau psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Terlebih, jika gejala tersebut terjadi begitu parah di bulan pertama setelah kejadian hingga mengganggu aktivitas.
4. Bergabung dengan komunitas yang positif
Berbagi kisah dengan orang lain yang juga mengalami pengalaman traumatis, atau sedang mengalaminya, dapat membantu pemulihan setelah trauma. Namun jika bergabung dengan mereka, malah bikin merasa tak nyaman, ada kalanya lebh baik bergabung dengan komunitas yang positif seperti komunitas traveler, olahraga, pencinta film, hal ini akan membuat lebih bahagia.
5. Berolahraga
Berdasarkan penelitian para ahli, olahraga terbukti menjadi salah satu cara paling efektif untuk menangani efek samping dari peristiwa traumatis. Bernapas dalam-dalam, melakukan stretching, dan berjalan adalah pilihan yang baik.
Bisa juga dengan mencoba latihan yang lebih menantang atau intens. Namun, jangan memaksakan diri. Jika lelah, tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak.
Selain itu, pemulihan bisa dilakukan dengan keluar rumah dan bersosialisasi dengan teman atau tetangga rumah. Jangan lupa juga untuk selalu mencukupi kebutuhan tidur agar emosi dapat stabil.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.