PUNCAK dari gelombang Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 di tahun ini, kala itu ramai diprediksi akan bisa dilihat pada Juli 2022.
Kini, sudah lewat satu bulan sejak prediksi puncak gelombang Covid-19, apakah berarti Indonesia sudah sukses bisa melewati puncak kasus gelombang baru akibat penyebaran varian BA.4 dan BA.5?
Dikatakan Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, sayangnya Indonesia tidak bisa dikatakan sudah melewati gelombang tersebut. Mengingat angka kasus menurut Kemenkes saat ini, masih berada di angka 3000 hingga 4000 kasus.
"Penyakit itu tidak semua negara ada puncaknya, bisa naik kemudian turun," ujar dr. Syahril, kala ditemui di Gedung DR R. Soeharto, baru-baru ini.
"Yang dulu prediksi puncak, ternyata kita tidak bisa mengatakan ini sudah sampai di puncak karena masih di 3 sampai 4 ribuan (kasus)," tambahnya.
Sehubungan dengan prediksi puncak gelombang Covid-19, dr. Syahril menyebut sejak Juli 2022, Kemenkes masih tengah melakukan antisipasi dengan menyiapkan segala fasilitas kesehatan, seperti ketersediaan jumlah tempat tidur di rumah sakit.
Begitu juga dengan kebutuhan lain, seperti obat-obatan dan vaksin juga telah tersedia untuk memberikan perlindungan.
"Kalau di tingkat rumah sakit, Menkes sudah mengeluarkan surat edaran, Aaar rumah sakit sudah menyiapkan kapasitas 10 sampai 30 persen dari tempat tidurnya dipakai atau dicadangkan bagi pasien BA.4 maupun BA.5 ini," ujar dr. Syahril dalam Siaran Sehat kala itu.
"Obat-obatan juga sudah siap kami siapkan dan vaksinasi juga," tandasnya singkat.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.