Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perlukah Mematikan AC Saat Pergi Meninggalkan Rumah?

Putra Syah Norens , Jurnalis-Selasa, 30 Agustus 2022 |14:22 WIB
Perlukah Mematikan AC Saat Pergi Meninggalkan Rumah?
mematikan AC saat meninggalkan rumah, (Foto: Freepik)
A
A
A

SEIRING dengan kemajuan jaman, sekarang AC (air conditioner) sudah semakin canggih. Penyejuk ruangan andalan banyak orang ini, sekarang sudah memiliki teknologi canggih yang bisa membuat irit dan hemat energi.

Meskipun terbilang irit, pada umumnya AC memang membutuhkan pasokan listrik tak sedikit. Sehingga rata-rata orang pada umumnya beranggapan untuk menggunakan AC hanya seperlunya saja agar tagihan listrik tidak melonjak, alias bisa menghemat uang.

Contohnya kebiasaan mematikan AC saat pergi keluar rumah, banyak orang yang terbiasa dan menyakini untuk mematikan AC. Selain untuk menghemat tagihan listrik, juga sekaligus untuk menghemat daya listrik itu sendiri.

Namun, benarkah mematikan AC saat kita tidak sedang di rumah, sejatinya memang bisa menghemat energi listrik? Para peneliti dari University of Colorado Boulder menggelar penelitian untuk menguji teori tersebut.

Studi dilakukan dengan menggunakan model energi yang mensimulasikan perpindahan panas dan kinerja sistem AC, untuk bisa menemukan jawaban apakah benar mematikan AC saat kita tidak di rumah benar-benar bisa menghemat energi?

Jawabannya ternyata belum tentu loh! Peneliti mendapati bahwa itu tergantung pada beberapa faktor, mulai dari jenis AC yang dipakai di rumah, iklim daerah tempat kita tinggal dan jenis konstruksi rumah itu sendiri, sebagaimana dikutip dari New York Post, Selasa (30/8/2022).

Para peneliti menemukan bahwa ketika rumah memanas, proses perpindahan panas akan melambat yang akhirnya mencapai perpindahan zero heat pada keseimbangan, ketika suhu di dalam sama dengan suhu di luar.

Sehingga menurut penelitian tersebut, sistem pendingin dalam AC kurang efektif dalam kondisi panas yang ekstrem. Apabila AC dibiarkan mati selama kondisi ekstrem tersebut, dapat meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan.

Dengan ini, artinya tidak ada jawaban multak langsung apakah harus mematikan AC sepanjang hari atau menunggu sampai kita pulang kembali ke rumah.

BACA JUGA:Pesan Malaikat Hari Ini, Banyak pelajaran dari pengalaman baru.

Lebih lanjut, tim peneliti melakukan kasus uji untuk penggunaan energi di rumah hipotetis seluas 1.200 meter persegi. Selama studi, para peneliti mempertimbangkan tiga skenario strategi suhu di dua iklim hangat yakni di Arizona dan Georgia

Tim peneliti menggunakan tiga teknologi AC yang berbeda yakni AC sentral satu tahap (tipikal AC yang digunakan kebanyakan orang saat ini), pompa panas sumber udara sentral (ASHP), dan unit pompa panas minisplit.

Kemudian, peneliti menemukan bahwa ketika AC melonjak sementara untuk pulih dari suhu dalam ruangan yang lebih tinggi, konsumsi energi keseluruhan dalam kasus kemunduran masih lebih sedikit daripada saat mempertahankan suhu konstan sepanjang hari. Para peneliti menyebut, pada skala tahunan dengan AC sentral konvensional, ini bisa menghemat energi hingga 11 persen.

Selain itu, peneliti juga melihat bahwa pompa panas sumber udara pusat dan pompa panas mini-split memang lebih efisien secara keseluruhan. Tapi menghasilkan penghematan yang lebih rendah dari penurunan suhu.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement