VAKSINASI Covid-19 dosis lengkap, primer dan booster sebagai lanjutan memang jadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari keparahan atau kefatalan akibat infeksi Covid.
Namun di sisi lain, tak bisa ditampik mungkin bagi sebagian orang jika sudah dibooster maka artinya kebal dari infeksi Covid-19. Tak heran, banyak orang awam yang bertanya-tanya, kenapa tetap bisa tertular atau terinfeksi kembali Covid-19, meski sudah divaksin booster.
Dikatakan Prof.Dr.dr Tonny Logo, DMM, Sp. PK(K), Guru Besar Departemen Patologi Klinik Univ. Kristen Krida Wacana, memang secara medis seseorang tetap akan bisa terinfeksi walaupun sudah divaskinasi.
Merujuk pada prinsip dasar penyakit infeksi yakni agent, host dan enviroment (lingkungan). Tiga unsur yang menentukan seseorang bisa terinfeksi atau terinfeksi kembali, meski sudah divaksin Covid-19.
BACA JUGA:Pengumuman! Jokowi Beri Nama Vaksin Merah Putih, Inavac
BACA JUGA: Menkes Budi Positif Covid-19, Siap Isoman Sampai Negatif!
“Prinsip dasar penyakit infeksi itu ada 3 komponen yang berpengaruh, agent (penyebab penularan- virus), host (manusia) sebagai yang terinfeksi dan ketiga (environment) atau lingkungan,” ujar Prof. Donny dalam gelaran Talkshow Perkembangan Gejala Subvarian BA.5 dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (30/8/2022).
Ketiga ini sangat berpengaruh, meskipun sudah divaksin," imbuhnya.
Ia melanjutkan, bahkan aktivitas sederhana seperti berinteraksi atau makan bersama yang sekarang sudah kembali normal dilakukan banyak orang saat ini, memang membuka peluang seseorang bisa tertular.
"Misalnya, contoh dia ada di kerumunan orang atau makan bersama atau berinteraksi, nah di situlah ada (kesempatan tertular) bila ada yang positif," tutup Prof. Donny singkat.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.